Lukas Suwarso: Pemecatan Purbaya Ibarat Kanker Stadium 4 Diobati Kalpanax

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lukas Suwarso mengibaratkan pemecatan Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan seperti mengobati kanker stadium 4 dengan Kalpanax.
“Ibarat penyakit ya, penyakit kita kanker stadium 4, tapi pemerintah gunakan Kalpanax,” kata Suwarso dikutip dari Abraham Samad SpeakUp, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, reshuffle yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mengubah persoalan secara mendasar.
“Jadi kulit-kulit yang melepuh dioles. Jadi mengganti Purbaya, apalagi dia sendirian diganti, itu tidak mengubah apa-apa,” ujarnya.
Suwarso menilai selama ini Purbaya hanya menjadi corong pemerintah. Di sisi lain, ia menyebut Purbaya bukan tipe menteri yang bekerja dalam tim.
“Karena kan Purbaya sebenarnya cuma jadi corong pemerintah juga. Cuma memang Purbaya ini kan bukan tipe team work ya,” ucapnya.
Menurut Suwarso, hal tersebut terlihat dari gaya komunikasi Purbaya, terutama setelah pernyataannya disebut berbenturan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait dana ke daerah.
“Jadi dia suka ngomong sendiri, barangkali ini ada kaitan dia perseteruan dia dengan Menteri Dalam Negeri ya, dana ke daerah,” terang Suwarso.
Tito sebelumnya menyebut ada 90 kepala daerah yang berpotensi mengalami kesulitan membayar gaji pegawai. Namun, menurut Suwarso, Purbaya mengungkap angka yang jauh lebih besar.
“Tito bilang, ada 90 daerah yang kemungkinan mengalami parah, nggak bisa bayar gaji. Tapi si Purbaya membocorkan bukan 90 daerah, tapi 490,” papar Suwarso.
Karena itu, Suwarso menilai penggantian Purbaya bukan solusi untuk mengatasi persoalan ekonomi yang ada.
“Nah, jadi ini hanya ingin menutupi dengan balsem problem riil yang sudah sangat parah. Bayangkan 490 daerah level kabupaten,” ucapnya.
Usul Pangkas Jumlah Menteri
Jika ingin memperbaiki kondisi ekonomi dan pemerintahan saat ini, Suwarso menilai ada sejumlah hal yang perlu dilakukan. Salah satunya adalah memangkas jumlah menteri dalam kabinet.
“Nggak berubah. Mengubah total policy, menghemat, efisiensi. Kalau mau serius, kabinet gemuk 101 menteri ini dipangkas menjadi 25,” ujarnya.
Menurutnya, pengurangan jumlah menteri dapat menjadi salah satu langkah untuk menangani persoalan yang ia ibaratkan sebagai kanker stadium 4.
“Itu salah satu operasi untuk mengangkat kanker stadium 4,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)
Source link
