News

9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dibebaskan, Proses Deportasi Berjalan



PORTALUTAMA.NET — Kabar melegakan datang dari sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Seluruh relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 akhirnya dibebaskan dan kini tengah menjalani proses deportasi keluar dari wilayah Israel.

Di antara sembilan relawan tersebut, dua di antaranya merupakan warga Sulawesi Selatan, yakni Andi Angga Prasadewa asal Makassar dan Asad Aras Muhammad asal Sinjai.

Informasi pembebasan para relawan itu langsung disambut haru oleh keluarga, aktivis kemanusiaan, hingga masyarakat yang selama beberapa hari terakhir mengikuti perkembangan penahanan mereka.

Pembebasan Jadi Kabar Gembira bagi Keluarga Relawan

Untuk diketahui, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan telah memerintahkan agar seluruh aktivis Global Sumud Flotilla segera dideportasi.

Branch Manager Rumah Zakat Indonesia Timur, Amir, menyebut kabar tersebut menjadi angin segar bagi keluarga relawan yang terus menanti kepastian kondisi anggota keluarganya.

Hal itu diungkapkan Amir di sela aksi solidaritas relawan di Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis, 21 Mei 2026.

“Itu juga kami dapatkan, ada perintah untuk yang ditangkap dideportasi. Mudah-mudahan ini menjadi kabar gembira untuk kita semua, bagi keluarga dan masyarakat di Indonesia, agar mereka segera dibebaskan,” ujar Amir kepada awak media, kemarin.

Amir menegaskan seluruh relawan yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut tidak membawa senjata maupun melakukan tindakan perlawanan.

Menurut dia, tujuan utama keberangkatan para relawan semata-mata untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak blokade di Gaza.

“Karena tidak ada alasan untuk menahan. Misi kami hanya ingin membantu saudara kami di Palestina yang diblokade. Kami membawa bantuan dan tidak ada unsur perlawanan dengan senjata,” tegasnya.

Pemerintah Indonesia Tempuh Jalur Diplomatik

Amir juga mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang terus menjalin komunikasi internasional demi mempercepat proses pemulangan para relawan.

Ia mengatakan pihak Rumah Zakat bersama Global Peace Conference Indonesia (GPCI) dan pusat komando relawan terus membangun koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI serta sejumlah organisasi masyarakat.

“Alhamdulillah, kami di Rumah Zakat, di Global Peace Conference Indonesia, termasuk perwakilan di pusat dan pusat komando, terus berkomunikasi dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri. Kami juga mendorong berbagai pihak untuk bersuara, termasuk MUI dan ormas-ormas besar,” tutur Amir.

Meski begitu, Amir memahami tantangan diplomatik yang dihadapi Indonesia lantaran tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *