News

Rektor UGM Bicara Terus Terang soal Ijazah Jokowi, Kampus Tak Mau Komentar Dokumen Fisik yang Kini Beredar di Internet



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan tidak akan ikut menilai keaslian gambar ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang beredar di media sosial.

Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., mengatakan tanggung jawab universitas terhadap ijazah fisik Jokowi telah berakhir setelah dokumen tersebut diserahkan kepada yang bersangkutan usai dinyatakan lulus pada 1985.

“Jadi ijazah itu kan tahun 85 sudah diserahkan kepada yang bersangkutan. Artinya yang menjaga ijazah itu adalah yang bersangkutan,” ujar Ova dalam tayangan klarifikasi yang dirilis UGM.

Menurut Ova, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab terhadap proses pendidikan serta pencatatan akademik mahasiswa. Setelah mahasiswa menyelesaikan kewajiban akademiknya dan menerima dokumen kelulusan, ijazah fisik tersebut berada pada alumni.

Atas dasar itu, UGM memilih tidak memberikan penilaian terhadap gambar ijazah Jokowi yang saat ini beredar di internet. Ova menegaskan dokumen fisik yang telah diserahkan kepada alumni berada di luar tanggung jawab universitas.

“Oleh karena itu, Universitas Gadjah Mada ini ya kita tidak mau berkomentar terkait dengan ijazah a piece of paper yang sudah ada di yang bersangkutan,” kata Ova.

UGM juga tidak mengambil tanggung jawab untuk memastikan apakah gambar ijazah yang beredar di media sosial merupakan dokumen yang dahulu diserahkan kepada Jokowi atau bukan.

“Artinya UGM juga tidak bertanggung jawab apakah yang beredar sekarang itu adalah yang diserahkan UGM dulu atau bukan, kita tidak bertanggung jawab untuk itu,” tegasnya.

UGM Tetap Simpan Catatan Akademik Jokowi

Meski tidak memberikan penilaian terhadap fisik ijazah yang beredar, Ova menegaskan UGM tetap memiliki catatan mengenai riwayat akademik Jokowi.

Rekam jejak akademik, dokumen yudisium, serta status kelulusan Jokowi pada 1985 disebut tercatat dalam arsip internal universitas.

Dengan demikian, UGM membedakan antara ijazah fisik yang telah diserahkan kepada alumni dengan arsip akademik yang menjadi bagian dari administrasi kampus.

Sikap tersebut membuat UGM tidak mengambil posisi untuk menyatakan apakah gambar ijazah Jokowi yang beredar di media sosial merupakan dokumen asli atau bukan. Penilaian terhadap dokumen fisik tersebut, menurut penjelasan rektor, berada di luar tanggung jawab universitas setelah ijazah diserahkan kepada alumni.

(zak/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *