News

Singgung Tsunami, Mbah Rono Ungkap Tujuan Anak Krakatau Terus Erupsi, Abu Vulkanik Capai Bogor



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026) malam. Gunung api tersebut masih melontarkan abu vulkanik yang terbawa angin dan menyebar ke sejumlah wilayah.

Berdasarkan keterangan BMKG Wilayah II, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bergerak ke beberapa arah dengan ketinggian yang berbeda.

Sebaran pertama berada pada ketinggian sekitar 20 ribu kaki dan bergerak ke arah tenggara hingga selatan gunung. Arah sebaran ini mencakup wilayah Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Sementara itu, sebaran kedua terpantau berada pada ketinggian hingga 50 ribu kaki. Abu bergerak ke arah barat daya dan barat laut Gunung Anak Krakatau.

Sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah Lampung, Banten, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Selat Sunda hingga Samudera Hindia.

Meluasnya sebaran abu vulkanik membuat sejumlah wilayah pesisir Banten dan Lampung, sebagian Jawa Barat hingga kawasan Jabodetabek ikut terdampak.

Abu Vulkanik Sampai Bogor dan Tangerang

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah terbawa angin hingga sejumlah daerah di Lampung Tengah, Tangerang dan Bogor, Jawa Barat.

Di Bogor, warga melaporkan adanya abu vulkanik dengan intensitas mulai dari tipis hingga cukup tebal di sejumlah kawasan.

Beberapa wilayah yang dilaporkan terdampak antara lain Tajurhalang, Sukamakmur, Bogor Barat, Pajajaran, Puncak, Ciawi, Sholeh Iskandar hingga Ciseeng.

Sementara pada Minggu (6/9/2026), abu vulkanik juga terpantau hingga kawasan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Kondisi serupa terlihat di kawasan BSD, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Partikel abu tampak beterbangan dan menempel pada kendaraan serta permukaan rumah warga.

Sejumlah warga juga mengeluhkan mata terasa perih atau seperti kelilipan. Gangguan pernapasan turut dirasakan, terutama oleh warga yang beraktivitas di luar ruangan atau berkendara menggunakan sepeda motor.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.

Warga disarankan menggunakan masker dan pelindung mata ketika harus beraktivitas di luar rumah. Jika konsentrasi abu semakin tebal, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Warga juga diminta terus mengikuti informasi resmi dan arahan dari pihak berwenang.

Status Anak Krakatau Naik Jadi Siaga

Di tengah meluasnya sebaran abu vulkanik, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Dengan status tersebut, masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius bahaya yang telah ditetapkan dari kawah aktif.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *