News

Elektabilitas PSI Naik Jadi 4,1 Persen dan Lewati Ambang Parlemen, Pengamat Justru Beri Peringatan Ini kepada Ahmad Ali



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mencapai 4,1 persen dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dinilai belum menjadi jaminan partai tersebut mampu meraih kemenangan pada Pemilu 2029.

Pengamat politik Nurmal Idrus mengatakan angka tersebut memang menjadi sinyal positif bagi PSI. Namun, elektabilitas dalam survei tetap harus dibuktikan melalui penguatan basis pemilih dan struktur partai di lapangan.

“Jadi yang kita lihat saat ini adalah momentum, bukan jaminan kemenangan,” kata Nurmal kepada fajar.co.id, Selasa (25/8/2026).

Menurut Nurmal, angka 4,1 persen tidak bisa diabaikan karena menunjukkan adanya peningkatan dukungan terhadap PSI. Bahkan, angka tersebut telah berada di atas ambang batas parlemen yang berlaku.

“Saya melihat angka 4,1 persen sebagai sinyal positif bagi PSI, tetapi belum bisa disebut sebagai kebangkitan yang sudah mapan,” ujarnya.

“Yang paling menarik justru kenaikannya dibanding Pemilu 2024, karena PSI sekarang kembali berada sedikit di atas ambang batas parlemen,” imbuhnya.

Meski demikian, Nurmal meminta PSI tidak terlena. Pasalnya, hasil survei lembaga lain masih menunjukkan elektabilitas PSI berada di bawah angka tersebut.

Dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang sebelumnya diberitakan, misalnya, elektabilitas PSI berada di angka 1,9 persen.

Karena itu, Nurmal menilai tantangan PSI bukan sekadar mempertahankan angka 4,1 persen, tetapi mengubah dukungan tersebut menjadi basis pemilih yang nyata hingga tingkat daerah dan tempat pemungutan suara (TPS).

“Bagi PSI, pekerjaan terbesarnya sekarang bukan merayakan angka 4,1 persen, tetapi membuktikan bahwa angka itu berasal dari pertumbuhan basis pemilih dan struktur partai, bukan semata-mata efek figur,” jelasnya.

Menurut dia, jika peningkatan elektabilitas tersebut mampu dikonversi menjadi jaringan partai hingga daerah dan TPS, angka 4,1 persen dapat menjadi momentum penting bagi PSI menuju Pemilu 2029.

Sebaliknya, apabila tidak dibarengi penguatan struktur dan basis pemilih, elektabilitas tersebut berpotensi kembali mengalami penurunan.

“Saya kira Ahmad Ali benar ketika menyebut 4,1 persen masih terlalu kecil. Dalam politik, angka survei itu seperti lampu hijau di persimpangan menunjukkan jalan terbuka, tetapi tidak berarti kita sudah sampai tujuan. PSI baru mendapat lampu hijau untuk berlari lebih cepat,” paparnya.

PSI Bidik Menang Besar pada Pemilu 2029

Sebelumnya, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyatakan partainya tidak ingin berpuas diri dengan elektabilitas 4,1 persen dalam survei SMRC.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *