Kabar Terkini Gempa NTT: 78 Meninggal, 953 Luka-luka, Pengungsi Tembus 95 Ribu

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Jumat (21/8/2026), jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 78 orang.
“Saat ini, orang meninggal 78 jiwa, dan ini bertambah. Mudah-mudahan ke depan korban yang meninggal tidak ada lagi,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dikutip dari tayangan Kompas TV, Jumat (21/8/2026).
Tak hanya korban meninggal, data korban luka-luka juga mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 953 orang dilaporkan mengalami luka ringan hingga berat, termasuk korban dengan luka patah tulang.
Dampak gempa juga memaksa puluhan ribu warga meninggalkan rumah mereka. Saat ini, tercatat sebanyak 95.831 jiwa mengungsi di berbagai titik pengungsian.
“Jumlah pengungsi bertambah dibanding kemarin sore, ada kenaikan sekitar 3.135 jiwa,” jelas Berton.
Lonjakan jumlah pengungsi ini dipicu oleh kepanikan warga akibat gempa susulan yang masih terus beruntun terjadi di wilayah terdampak.
Ribuan Gempa Susulan
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat sudah terjadi ribuan kali gempa susulan di wilayah NTT.
“Gempa yang tercatat BMKG pagi ini melaporkan ada 4.256 kali kegempaan. Kategori gempa yang dirasakan di atas Magnitudo 5 ada sebanyak 31 kali,” terangnya.
Magnitudo gempa susulan tersebut tercatat bervariasi, mulai dari M 1,1 hingga M 6,2 dengan durasi berkisar antara 1 hingga 1,5 jam.
Diprediksi Mereda September
Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengungkapkan bahwa aktivitas kegempaan di wilayah Flores masih akan berlangsung hingga kondisi struktur batuan kembali stabil.
BMKG memprediksi proses peluruhan atau penurunan aktivitas gempa di Flores membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu.
“Diperkirakan proses peluruhan gempa Flores berlangsung hingga 15 September 2026,” tutur Wijayanto.
Saat ini, konsentrasi aktivitas gempa susulan terbanyak masih berada di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai. Sedangkan untuk wilayah utara Sikka dan Nagekeo, intensitas gempa dilaporkan mulai berangsur menurun.
(elva/fajar)
Source link
