Bukan Sekadar Perayaan HUT RI, Pengamat Sebut KDM Sedang ‘Melawan’ Prabowo

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI disebut tidak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi juga memperlihatkan perbedaan cara pandang dalam memaknai kemerdekaan.
Pengamat Politik, Heru Subagia, melihat adanya perbedaan antara cara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan pemerintah pusat dalam mengemas perayaan kemerdekaan.
Heru Sebut Ada ‘Perlawanan Struktural’ KDM
Dikatakan Heru, perbedaan tersebut bahkan dapat dibaca sebagai bentuk ‘perlawanan struktura’ KDM terhadap Presiden Prabowo Subianto.
“Ada sebuah perbedaan yang sangat mencolok dan saya katakan adalah sebuah perlawanan struktural KDM melawan Prabowo,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Selasa (18/8/2026).
Baginya, perbedaan tersebut terlihat dari bagaimana kedua pihak menampilkan perayaan kemerdekaan kepada publik.
“Artinya apa, dalam penjabaran sudah jelas sekali bagaimana KDM dan Prabowo dalam mengemas dan mempertontonkan HUT RI yang ke-81, divisualisasikan ke publik,” ucap dia.
Heru melihat KDM melakukan pembaruan dalam cara menghadirkan momentum kemerdekaan kepada masyarakat.
“Sebuah keberanian yang luar biasa bagi KDM, Gubernur Jabar, melakukan sebuah pembaharuan dan juga inovasi struktural,” tukasnya.
Kemerdekaan Dikembalikan kepada Rakyat
Menurut Heru, pendekatan KDM menempatkan rakyat sebagai aktor utama dalam perayaan kemerdekaan.
Ia menekankan bahwa HUT RI semestinya dikembalikan kepada rakyat sebagai pemilik mandat kemerdekaan, bukan semata-mata menjadi panggung pejabat maupun elite politik.
“Bagaimana HUT RI dikemas sebagai sebuah kuasa dan mandat rakyat, koridor kemerdekaan HUT RI ini dikemas sedemikian rupa hingga dipertontonkan sebuah orkestrasi politik, yang menurut saya ini adalah kudeta terhadap idealisme terhadap apa yang saat ini terjadi di Indonesia,” tegasnya.
Ia kemudian menekankan bahwa kemerdekaan pada hakikatnya merupakan milik rakyat.
“Dalam konteks ini bahwa kemerdekaan dalam bahasa sesungguhnya adalah milik rakyat, dan pejabat dan juga politiknya hanya sebagai pihak yang menjalankan apa yang disebut sebagai mandat atau mandat rakyat itu sendiri,” jelasnya.
KDM Libatkan Tukang Sapu hingga Petani
Heru melihat KDM telah memilih pendekatan yang berbeda dengan memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat biasa dalam perayaan kemerdekaan.
“KDM sudah memilih sebuah representasi yang paling tepat, di mana kemerdekaan diberikan secara langsung kepada tukang sapu, ojol, petani, dan lain-lain,” ungkapnya.
Kata Heru, pilihan tersebut secara tidak langsung memperlihatkan perbedaan cara pandang antara KDM dan Prabowo dalam memaknai perayaan kemerdekaan.
Source link
