News

Hendri Satrio Puji Respons Cepat Pemerintah Tangani Gempa NTT, tapi Ingatkan Jangan Hanya Cepat Saat Semua Mata Tertuju



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Respons cepat pemerintah dalam menangani dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) mendapat apresiasi dari pengamat politik Hendri Satrio. Meski demikian, ia mengingatkan agar kecepatan tersebut tidak hanya muncul ketika terjadi bencana, melainkan menjadi standar pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, menilai respons pemerintah terhadap situasi darurat menunjukkan bahwa koordinasi antarunsur dan pengerahan sumber daya sebenarnya dapat dilakukan dengan cepat ketika dibutuhkan. Karena itu, pola tersebut menurutnya perlu dipertahankan dalam berbagai situasi lain.

“Gerak cepat pemerintah menangani gempa NTT tentu patut diapresiasi. Tetapi, sebenarnya yang seperti ini memang harus menjadi standar pemerintah,” kata Hensa kepada wartawan.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut mengatakan, penanganan bencana menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan sejauh mana negara mampu hadir ketika masyarakat berada dalam kondisi sulit. Menurutnya, kecepatan mengambil keputusan dan menggerakkan sumber daya menjadi bagian penting dari pelayanan publik.

“Artinya, pemerintah bisa cepat. Bisa langsung bergerak, bisa mengoordinasikan berbagai unsur ketika memang dibutuhkan,” ujarnya.

Hensa juga memberikan apresiasi terhadap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang turut memantau perkembangan penanganan gempa. Menurut dia, pengecekan secara langsung terhadap situasi di lapangan menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat terdampak.

“Teddy mengecek, memastikan perkembangan penanganannya seperti apa. Hal seperti ini kelihatannya sederhana, tetapi dalam kondisi bencana memang harus dilakukan,” kata Hendri.

Namun, Hensa menilai tantangan pemerintah tidak berhenti pada respons awal. Setelah bantuan dan perhatian mulai diberikan, pemerintah tetap harus memastikan proses penanganan berjalan konsisten hingga masyarakat terdampak benar-benar memasuki tahap pemulihan.

“Kalau untuk kondisi seperti ini pemerintah bisa bergerak cepat, ya bagus. Tinggal kemudian kecepatan seperti ini dijadikan kebiasaan, bukan pengecualian,” tutur Hensa.

Menurutnya, kecepatan pada fase awal bencana sangat menentukan karena berkaitan dengan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat. Meski begitu, ia mengingatkan agar respons pemerintah tidak berhenti setelah pemberitaan mengenai bencana mulai berkurang.

“Biasanya yang juga penting itu setelah hari-hari pertama. Jangan cepatnya hanya ketika semua mata sedang melihat. Pemulihan masyarakat juga harus dikawal sampai selesai,” kata dia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *