Ijazah Wapres Gibran Digugat ke PTUN, Ferdinand Hutahaean: Kayaknya Keluarga Ini Capek Benar Yah Hidupnya

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, turut menanggapi gugatan yang diajukan pemerhati pendidikan, Mercy Smart, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.
Dikatakan Ferdinand, gugatan tersebut tidak secara langsung ditujukan kepada Gibran, melainkan terhadap keputusan administrasi yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ia menjelaskan, objek gugatan dalam perkara tersebut berkaitan dengan keputusan kementerian yang menetapkan penyetaraan pendidikan Gibran.
“Ijazah penyetaraan yang dimiliki Gibran dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bahwa penggugat menyatakan agak janggal dan aneh ketika kursus yang hanya dilakukan 6 bulan disetarakan dengan ijazah SMK yang belajar selama 3 tahun,” ujar Ferdinand dikutip fajar.co.id, Minggu (9/8/2026)
Selain persoalan ijazah penyetaraan, Ferdinand menyebut riwayat pendidikan Gibran lainnya turut dipersoalkan dalam gugatan yang diajukan ke PTUN.
“Dan riwayat-riwayat pendidikan lain yang dimiliki oleh Gibran digugat, di PTUN oleh Mercy Smart,” ucapnya.
Bukan Gibran yang Digugat
Ferdinand menegaskan, gugatan tersebut ditujukan kepada Kemendikdasmen sebagai pihak yang mengeluarkan keputusan administrasi, bukan kepada Gibran secara pribadi.
“Gugatan ini ditujukan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bukan kepada Gibran,” tukasnya.
Dibeberkan Ferdinand, karakter perkara di PTUN memang berbeda dengan gugatan perdata atau pidana karena objek yang dipersoalkan merupakan keputusan tata usaha negara.
“Tetapi karena ini adalah sifatnya gugatan ketata usaha negara, maka yang digugat adalah kementeriannya, keputusannya yang digugat,” jelasnya.
Lanjut dia, keputusan mengenai penyetaraan pendidikan Gibran itulah yang menjadi objek perkara.
“Bukan Gibran-nya, tetapi keputusan yang menetapkan penyetaraan ijazah Gibran, kursus-kursusnya disetarakan dengan SMK, itulah yang digugat,” imbuhnya.
Ferdinand Sentil Keluarga Jokowi
Ferdinand kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan polemik ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang hingga kini masih ramai diperdebatkan.
Ia menyebut persoalan pendidikan kini tidak hanya menyoroti Jokowi, tetapi juga putranya yang merupakan Wakil Presiden.
“Aduh, kayaknya keluarga ini memang capek benar ya hidupnya, aduh,” cetusnya.
“Ijazah bapaknya. Soal ijazah anaknya sekarang. Mengapa mereka ini mengalami hal seperti ini?,” sambung dia.
Ferdinand kemudian menyampaikan pandangannya terkait polemik tersebut dengan menggunakan perumpamaan.
Source link
