News

Sekjen Projo Sebut PSI Bisa Masuk Tiga Besar Pileg 2029: Kalau Pak Jokowi Jadi Ketum



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut bisa masuk tiga besar pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik.

Menurut Freddy, Jokowi memahami karakter pemilih Indonesia, baik dari desa hingga kota.

“Pak Jokowi memahami karakter pemilih Indonesia dari desa hingga kota. Optimisme beliau lahir dari fakta lapangan, bukan sekadar optimisme politik,” kata Freddy dikutip dari Projo.or.id, Sabtu (8/8/2026).

Freddy menilai Jokowi melihat langsung perkembangan organisasi PSI. Mulai dari penguatan struktur partai, kualitas kader, hingga gagasan yang dinilai sejalan dengan berbagai program pembangunan yang selama ini diperjuangkannya.

Menurut Freddy, figur Jokowi memang memiliki daya tarik politik yang sangat besar. Namun, kekuatan figur saja dinilai tidak cukup untuk membawa kemenangan elektoral.

“Pak Jokowi sendiri berkali-kali menekankan bahwa popularitas tidak cukup. Yang menentukan adalah kerja politik, membangun organisasi dari pusat sampai desa, menghadirkan kader terbaik dan memperjuangkan program yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Di diskusi tersebut, Freddy juga menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan Jokowi memimpin PSI sebagai Ketua Umum. Menurut dia, dampak politiknya akan jauh lebih besar dibandingkan jika Jokowi hanya berada pada posisi dewan pembina.

Dia bahkan memperkirakan PSI memiliki peluang menjadi salah satu partai besar apabila dipimpin langsung oleh Jokowi. Namun, hal itu tetap harus dibarengi dengan penguatan organisasi.

“Hitung-hitungan kami, kalau Pak Jokowi menjadi Ketua Umum, PSI berpotensi menjadi tiga besar. Tapi sekali lagi, itu tidak cukup hanya mengandalkan figur. Organisasi partai harus kuat,” ujarnya.

Menurut Freddy, pengalaman Jokowi yang memulai karier politik dari kepala daerah hingga Presiden Republik Indonesia merupakan modal kepemimpinan yang sangat lengkap. Pengalaman tersebut dinilai bisa menjadi kekuatan untuk membesarkan sebuah partai politik.

Menanggapi pertanyaan mengenai hubungan Projo dan PSI, Freddy menegaskan bahwa hingga saat ini Projo tetap merupakan organisasi relawan yang berdiri sendiri. Projo juga memiliki mekanisme organisasi tersendiri.

Dia membantah anggapan adanya kerja sama “bawah tanah” antara Projo dan PSI.

“Kalau komunikasi antarlembaga tentu terbuka dan wajar dalam demokrasi. PROJO tetap organisasi relawan, PSI adalah partai politik. Tidak ada proses peleburan organisasi,” jelasnya.

Meski demikian, Freddy mengakui bahwa apabila Jokowi nantinya benar-benar memimpin PSI sebagai Ketua Umum, dinamika politik di akar rumput akan berkembang secara alami. Basis-basis relawan disebut akan melihat arah kepemimpinan Jokowi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *