Hendri Satrio Khawatir Efisiensi Anggaran Berujung Perlawanan Diam-diam di Birokrasi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian kepada seluruh kepala daerah untuk melakukan efisiensi anggaran tahun 2027 mendapat perhatian dari Analis Politik Hendri Satrio.
Ia melihat kebijakan penghematan anggaran perlu dijalankan secara hati-hati agar tidak memicu dampak lain di lingkungan birokrasi, terutama terhadap aparatur sipil negara (ASN).
Hendri Satrio Ingatkan Potensi Perlawanan Birokrasi
Hendri Satrio mengaku melihat adanya potensi resistensi dari birokrasi apabila kebijakan efisiensi tidak dikelola dengan baik.
Menurutnya, situasi tersebut bisa menjadi persoalan serius bagi pemerintah.
“Ini bisa serius,” ujar Hendri Satrio dikutip fajar.co.id, Rabu (5/8/2026).
Ia kemudian mengingatkan kemungkinan munculnya perlawanan dari kalangan birokrasi terhadap kebijakan yang diterapkan penguasa.
“Birokrasi dapat melakukan perlawanan pada penguasa,” lanjutnya.
Meski demikian, Hendri berharap pelayanan publik tetap berjalan normal dan masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan.
“Semoga tak ada ASN yang melakukan aksi boikot melayani rakyat,” tandasnya.
Tito Minta Kepala Daerah Lakukan Efisiensi
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota mulai melakukan efisiensi anggaran sebagai bagian dari penyusunan proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027.
Tito mengungkapkan hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri menunjukkan masih banyak pemerintah daerah yang belum optimal melakukan penghematan belanja.
“Saya tetap mendorong kepada kepala daerah untuk melakukan efisiensi. Kenapa? Dari penelitian yang kita lakukan turun ke lapangan dan lain-lain, banyak kepala daerah-kepala daerah yang belum melakukan efisiensi,” kata Tito kepada wartawan di Jakarta Pusat, kemarin.
Menurut Tito, pemborosan masih banyak ditemukan pada pos belanja operasional, mulai dari perjalanan dinas, rapat, hingga anggaran makan dan minum.
Padahal, kata dia, sejumlah kegiatan sebenarnya dapat dilakukan secara lebih sederhana dengan memanfaatkan teknologi.
“Terutama di belanja operasional pegawai, pemeliharaan, perawatan, kemudian makan dan minuman. Itu banyak yang berlebihan,” Tito menuturkan.
“Perjalanan dinas yang banyak, rapat yang enggak perlu, yang cukup disederhanakan, bahkan yang cukup dengan zoom meeting misalnya. Nah ini yang harusnya di-, perawatan-perawatan yang dibuat tinggi. Padahal enggak segitu,” tambahnya.
Kepala Daerah Diminta Tidak Mudah Dikelabui
Selain mendorong efisiensi, Tito juga mengingatkan para kepala daerah agar lebih cermat dalam menyusun anggaran.
Source link
