Denny Indrayana ke Prabowo: Pecat Gibran atau Bersiap Diparkir dari Kekuasaan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana kembali menyampaikan pandangannya mengenai posisi Wakil Presiden Gibran, Rakabuming Raka.
Kali ini, ia menilai pengunduran diri Gibran merupakan mekanisme yang lebih sederhana dibandingkan proses pemakzulan melalui jalur konstitusional.
Dikatakan Denny, langkah tersebut perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kondisi politik nasional.
Ia juga mengaitkan keberadaan Gibran dengan berbagai persoalan yang menurutnya perlu dikoreksi.
Pengunduran Diri Lebih Mudah Dibanding Pemakzulan
Blak-blakan, Denny mengaku tetap konsisten mendorong pemberhentian Gibran sebagai Wakil Presiden.
Ia mengingatkan bahwa sebelumnya telah mengulas alasan maupun mekanisme pemakzulan Gibran dalam sejumlah tulisan.
“Itu kalau proses pemecatan yang kita lakukan. Ada proses lain yang lebih mudah secara cara, yaitu mendorong Gibran mengundurkan diri,” ujar Denny dikutip fajar.co.id, Senin (3/8/2026).
Denny menegaskan bahwa dorongan agar Gibran berhenti dari jabatannya bukan dilandasi persoalan pribadi.
“Kenapa kita perlu semangat mendorong Gibran berhenti? Harus bukan karena ada persoalan pribadi. Ini persoalan menyelamatkan negeri,” ucapnya.
Ia kemudian menyampaikan penilaiannya terhadap posisi Gibran dalam pemerintahan.
“Wakil Presiden Gibran adalah dosa kolektif bangsa, yang memang perlu dikoreksi. Segera! Membiarkan dosa itu semakin lama bertahan, membuat Indonesia semakin kehilangan harapan perbaikan,” tukasnya.
Faktor Jokowi dalam Pilpres
Tidak berhenti di situ, Denny menyebut keberhasilan Gibran menjadi Wakil Presiden tidak dapat dipisahkan dari pengaruh Presiden ke-7 RI Jokowi.
Ia juga menyebut bahwa keberadaan Gibran menjadi bagian dari strategi politik Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
“Kita semua mafhum, bahwa Gibran menjadi Wapres bahkan menjadi calon wakil presiden sejatinya bukan karena integritas moral ataupun kapasitas intelektualnya pribadi, tetapi karena faktor Jokowi,” jelasnya.
Ia melanjutkan dengan menilai bahwa dukungan Jokowi menjadi faktor penting dalam kemenangan pasangan Prabowo-Gibran.
“Bagi Prabowo, Gibran adalah 𝘨𝘰𝘭𝘥𝘦𝘯 𝘵𝘪𝘤𝘬𝘦𝘵 untuk mendapatkan dukungan Jokowi. Bukan Jokowi sebagai pribadi, tetapi Jokowi sebagai presiden dengan seluruh aparat kuasa dan anggaran negaranya,” imbuhnya.
Ingatkan Risiko Jika Prabowo Berhalangan
Denny juga mengaitkan persoalan tersebut dengan skenario ketatanegaraan apabila Presiden Prabowo tidak dapat melanjutkan masa jabatannya.
Kata dia, kondisi itu akan berdampak pada posisi Gibran sebagai Wakil Presiden.
Source link
