News

Fernando Emas Sebut Prabowo Semakin Antikritik, Singgung soal Pernyataan Londo Ireng



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagian kalangan sebagai pemimpin antikritik. Hal itu menyusul pernyataan provokatif dan bermusuhan kepada elemen masyarakat tertentu.

Penilaian tersebut salah satunya disampaikan Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas. Menurutnya, Prabowo telah berulang kali melontarkan pernyataan provokatif dan permusuhan terhadap wartawan, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat.

Penilaian ini disampaikan Fernando merespons pernyataan terbaru Probowo yang disampaikan pada saat menghadiri Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menyebut wartawan, pengamat, dan LSM yang sering mengkritik kebijakannya sebagai Londo Ireng atau pengkhianat.

Dia juga mengingatkan pernyataan Prabowo yang disebut kurang pantas seperti ndasmu dan bajingan dalam berbagai kesempatan sebelumnya.

“Pernyataan tersebut semakin menunjukkan bahwa Prabowo anti terhadap kritik yang diberikan terhadap pemerintahannya serta membuat permusuhan terhadap wartawan, pengamat dan LSM,” ujar Fernando dalam keterangannya, dilansir jpnn, Senin (27/7).

Kondisi itu menurutnya telah menunjukkan terjadinya kemunduran demokrasi di Indonesia. “Hal ini semakin menunjukkan kualitas demokrasi di Indonesia dan terjadinya kemunduran pada pemerintahan Prabowo Subianto,” tegasnya.

“Seharusnya Prabowo Subianto sadar bahwa pernyataannya tersebut berpotensi memecah-belah anak bangsa dan saling curiga antara satu dengan yang lain,” kata Fernando.

Fernando menilai bahwa pernyataan Prabowo tersebut kemungkinan besar sengaja dilontarkan karena ia sadar fondasi kepemimpinannya hingga saat ini masih rapuh dan sangat bergantung pada TNI. Dampaknya, keterlibatan institusi militer di ranah sipil menjadi berlebihan, terlihat dari maraknya penempatan para purnawirawan TNI pada jabatan strategis di pemerintahan maupun BUMN.

Ia menambahkan, hampir dua tahun memimpin, Prabowo belum juga tuntas melakukan konsolidasi politik dengan seluruh lembaga negara dan kelompok masyarakat guna meraih dukungan penuh. Meskipun sebagian partai politik telah berkoalisi dalam pemerintahannya, dukungan mereka dinilai masih setengah hati—para pemimpinnya justru bergerak lincah seperti kancil, terus mencari celah lain demi kepentingan politik menjelang Pemilu Presiden 2029.

Lebih jauh, Fernando mengkritisi bahwa pernyataan-pernyataan kontroversial Prabowo kerap menimbulkan musuh-musuh baru bagi pemerintahannya. Hal itu dinilai sama sekali tidak mencerminkan sikap negarawan yang seharusnya merangkul semua kalangan, termasuk kelompok yang berseberangan dengan rezim saat ini.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *