Berly Martawardaya Sindir URI: Universitas Ruwet Indonesia

PORTALUTAMA.NET β Universitas Republik Indonesia (URI) yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto menuai kritik tajam. Salah satunya datang dari akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Berly Martawardaya.
“Kok jadinya URI = Universitas Ruwet Indonesia,” tulis Berly melalui akun X pribadinya, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, saat ini sudah ada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang menyelenggarakan pendidikan formal bergelar dengan lulusan yang menjadi aparatur pemerintah tingkat awal (entry level). Selain itu, terdapat Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi ASN tingkat menengah dan atas, serta masyarakat umum, tanpa pemberian gelar.
Berly juga menyoroti sejumlah BUMN yang telah memiliki perguruan tinggi, seperti Telkom University, Universitas Pertamina, dan Institut Teknologi PLN, yang menyelenggarakan pendidikan formal dan memberikan gelar kepada lulusannya. Selain itu, Indonesia juga telah memiliki Universitas Pertahanan (Unhan).
“BUMN juga sudah punya training center dan corporate university non-gelar. Jadi URI itu buat siapa? Ruwet & mumet π¬π΅βπ«,” tandasnya.
Diketahui, berdasarkan laman resmi Universitas Republik Indonesia (URI), lembaga tersebut dibentuk pemerintah dengan tujuan utama mencetak calon-calon pemimpin Indonesia. Meski menyandang nama universitas, URI tidak dirancang sebagai perguruan tinggi yang membuka berbagai program studi konvensional, seperti kedokteran, teknik, hukum, maupun ekonomi.
Lembaga ini lebih difokuskan sebagai pusat pendidikan kepemimpinan nasional yang diproyeksikan menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk mengisi berbagai jabatan strategis, mulai dari pemerintahan, aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik negara (BUMN), hingga posisi kepemimpinan publik lainnya.
Konsep Universitas Republik Indonesia mengacu pada sejumlah negara yang telah memiliki lembaga pendidikan khusus bagi calon pejabat negara. Salah satu contohnya adalah Institut National du Service Public (INSP) di Prancis, penerus Γcole Nationale d’Administration (ENA).
Melalui model ini, calon pemimpin dididik tidak hanya dalam aspek akademik mutakhir, tetapi juga pembentukan karakter, etika, serta wawasan kebangsaan yang utuh.
URI dipimpin oleh seorang Gubernur dan Wakil Gubernur yang dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Gubernur URI dijabat Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, sedangkan Wakil Gubernur URI dijabat Prof. Yos Sunitiyoso.
Source link
