Mahfud MD soal Nanik S Deyang Mundur akibat SPPG Banyak Komplain: Stres Pasti…

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD menyebut Nanik S Deyang mundur sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena stres. Imbas banyaknya komplain dari Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).
Hal tersebut diungkapkan dalam siniar di YouTube Curhat Bang Denny Sumargo. Awalnya, dia berbincang dengan Denny terkait isu MBG yang mulai hilang dari publik.
“Kasus MBG, kan udah seminggu ini hilang,” kata Mahfud.
Denny pun menimpali, bahwa belakangan kembali ramai. Setelah Nanik S Deyang menyatakan pengunduran diri. “Karena sakit kan,” ujar Mahfud.
Denny mengungkapkan, isu yang beredar Nanik sakit karena stres. Akibat banyaknya komplain dari SPPG.
“Yah stres pasti,” kata Mahfud menimpali.
Sebelumnya, pengunduran diri Nanik diumumkan melalui unggahannya di media sosial. Dia bilang telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum bertolak ke luar negeri pada Rabu (22/7/2026).
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Ini bukan karena tidak percaya dokter-dokter hebat di Indonesia, tetapi untuk mendapatkan second opinion dan kebetulan ada teman yang merekomendasikan rumah sakit yang akan saya tuju,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Nanik juga mengaku telah menyampaikan permohonan pengunduran diri sebagai Kepala BGN. Menurutnya, keputusan tersebut diambil demi fokus menjalani pemulihan kesehatan.
Ia mengatakan Presiden Prabowo memahami kondisinya dan menyetujui pengunduran diri tersebut. Namun, Presiden tetap memintanya untuk ikut mengawasi jalannya Badan Gizi Nasional.
“Presiden meminta saya tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan akan dibentuk Dewan Pengawas dan saya diminta menjadi ketuanya. Kalau hanya memberikan masukan saya masih sanggup, yang penting tidak lagi berhubungan dengan pengelolaan keuangan,” ungkapnya.
Meski tidak lagi memimpin BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menuturkan telah mendampingi Prabowo selama 14 tahun sehingga mengetahui secara langsung bahwa MBG dirancang sebagai program peningkatan gizi masyarakat, bukan untuk kepentingan politik.
“Program MBG benar-benar bertujuan melakukan intervensi gizi bagi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas Indonesia,” katanya.
Nanik juga menepis anggapan bahwa program tersebut berkaitan dengan kepentingan Pemilu 2029. Menurutnya, mayoritas penerima manfaat saat ini merupakan balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih.
Source link
