News

Anak Buah Cak Imin Pertanyakan Posisi Duduk Gibran di Rapat Kabinet Merah Putih



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Rapat Paripurna Kabinet Merah Putih menjadi perhatian publik.

Tidak berada di sisi Presiden Prabowo Subianto, Gibran justru terlihat duduk di deretan para menteri.

Momen tersebut memancing beragam spekulasi di ruang publik.

Salah satunya datang dari anak buah Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luqman Hakim, yang mempertanyakan makna di balik pengaturan posisi tersebut.

Luqman Hakim Pertanyakan Posisi Duduk Gibran

Luqman mengaku mencermati satu hal yang menurutnya cukup menarik perhatian dalam rapat kabinet tersebut.

Ia menyebut posisi duduk Gibran berbeda dari yang lazim menjadi perhatian publik.

“Ada berita yang mencuri perhatian sejak kemarin,” ujar Luqman, dikutip fajar.co.id, Selasa (21/7/2026).

Ia kemudian mengungkapkan bahwa Gibran tidak berada di samping Presiden Prabowo saat rapat berlangsung.

“Gibran tidak duduk di sebelah Presiden saat Rapat Paripurna Kabinet Merah Putih,” ucapnya.

Duduk di Deretan Menteri

Luqman selanjutnya menjelaskan bahwa kursi Wakil Presiden justru berada di barisan para menteri.

Menurutnya, pengaturan tersebut menjadi pemandangan yang memunculkan pertanyaan di tengah publik.

“Tempat duduk Wapres di deretan menteri-menteri,” ucapnya.

Lebih jauh, Luqman tidak berani memberikan kesimpulan pasti mengenai makna posisi duduk tersebut.

Namun, ia melempar pertanyaan yang membuka ruang interpretasi politik.

“Hal biasa atau pertanda politik tertentu?” kuncinya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan berbagai program pemerintah sekaligus mempersiapkan langkah strategis menjelang memasuki tahun kedua masa pemerintahannya.

Dalam arahannya di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih, Prabowo menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh atas kinerja yang telah dijalankan selama hampir dua tahun terakhir.

Evaluasi itu juga menjadi bagian dari persiapan pemerintah sebelum penyampaian pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Jadi Momentum Evaluasi Kinerja Kabinet

Prabowo mengingatkan bahwa pemerintah kini tinggal menghitung beberapa bulan sebelum memasuki tahun kedua masa kerja hasil mandat rakyat.

Baginya, Sidang Kabinet Paripurna menjadi kesempatan untuk menilai berbagai program yang telah dilaksanakan sekaligus mengidentifikasi pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

“Ini juga adalah kurang tiga bulan kita menjalankan mandat dari rakyat di tahap tahun kedua. Tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat. Tentunya kita laksanakan kabinet paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan,” tegas Prabowo.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *