Di Tengah Polemik Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tunjukkan Ijazah Asli Doktor UNJ, Ternyata Baru Diambil padahal Sudah Lama Wisuda

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo akhirnya menjelaskan alasan dirinya baru mengambil ijazah asli gelar Doktor (S3) dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), meski telah diwisuda sejak Maret 2024.
Penjelasan tersebut disampaikan Roy Suryo melalui unggahan video di kanal YouTube pribadinya saat mendatangi Gedung Pascasarjana UNJ untuk menyelesaikan administrasi kelulusan dan mengambil ijazah resmi.
Roy menegaskan keterlambatan pengambilan ijazah bukan karena persoalan akademik, melainkan akibat kesibukan pribadi serta prosedur administrasi kampus yang saat itu belum rampung.
“Terus terang, waktu habis wisuda di Sentul (SICC) itu saya bersama teman-teman sebenarnya mau langsung mengambil. Tetapi dari pihak kampus menyampaikan, ‘Oh nanti, Pak Roy, tunggu dulu beberapa hari lagi’.”
“Setelah itu, karena kesibukan, ijazahnya tidak langsung saya ambil. Memang tersimpan lama di kampus karena saya belum sempat saja,” ujar Roy Suryo.
Pengambilan ijazah tersebut menjadi perhatian publik karena dilakukan di tengah polemik yang menyeret nama Roy Suryo dalam sejumlah perkara hukum, termasuk laporan dugaan pencemaran nama baik yang diajukan Ketua Umum Gibranisti, Taufik Bilfaqih, ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Sebelum menerima ijazah, Roy Suryo yang didampingi pengamat politik Ubedilah Badrun terlebih dahulu menyelesaikan sejumlah kewajiban akademik. Di antaranya menyerahkan buku disertasi asli, mengunggah hasil penelitian ke repositori digital kampus, serta menandatangani surat pernyataan anti-plagiarisme.
Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, pihak UNJ menyerahkan dokumen kelulusan kepada Roy Suryo melalui pusat layanan informasi kampus.
“Ini saya menerima ijazah asli dan resmi, diterimanya siang hari di pusat layanan informasi. Asli loh ini, ada watermark-nya,” tegas Roy Suryo.
Melalui penyerahan ijazah tersebut, Roy juga membantah berbagai isu yang menyebut dirinya telah dikeluarkan atau drop out (DO) dari program doktoral UNJ.
Pihak fakultas UNJ turut memberikan penjelasan bahwa keterlambatan pengambilan ijazah merupakan hal yang lazim terjadi. Menurut kampus, ijazah memang tidak langsung dibagikan pada hari wisuda karena masih terdapat proses finalisasi administrasi akademik.
Fakultas juga menyebut banyak lulusan, baik jenjang S1, S2 maupun S3, yang menunda pengambilan ijazah karena berbagai alasan, sehingga kondisi tersebut bukan kasus yang luar biasa.
Roy Suryo sendiri mengungkapkan perjalanan studi doktoralnya dimulai pada 2016. Setelah sempat tertunda, ia kembali melanjutkan penelitian pada 2020 hingga akhirnya dinyatakan lulus pada 2024.
Source link
