News

CELIOS Ungkap Bahan Pangan Berfluaktasi Drastis Akibat MBG, Imbas BGN Tak Paham Siklus dan Ekonomi Pangan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pendiri Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar menyebut harga bahan pangan berfluktuasi drastis. Akibat dari tata kelola Makan Bergzi Gratis (MBG).

“Bapak ibu di BGN tidak memahami dengan baik siklus dan ekonomi pangan ini,” kata Media dikutip dari video yang diunggah akun Instagram pribadinya, diungkapkan saat menghadiri program di televisi swasta, Kamis (16/7/2026).

Media menuturkan, awal tahun BGN menyampaikan butuh ribuan peternak telur. Presiden Prabowo juga mengungkapkan hal sama.

“Bulan Januari BGN itu menyampaikan, butuh 1.500 peternak telur. Pak Presiden juga bahkan pidato butuh telur mata sapi. Ada market cycle di sana,” tuturnya.

Pasar pun merespons.

“Ketika terjadi sinyal pasar, kemudian pemain baru bermunculan. Kemudian buka kandang baru, bahkan pemain baru juga, peternak telur yang terafiliasi dengan SPPG itu,” sambungnya.

Namun yang perlu dicermati, kata Media, telur tak langsung jadi. Butuh waktu agar peternak bisa beroperasi lancar.

“Jangan lupa, bisnis telur itu butuh 5-6 bulan sampai kemudian bisa bertelur. Januari, dan sekarang Juni, praktis bulan Mei sudah naik,” terangnya.

Apa yang terjadi saat ini, menurutnya bukan lagi memakan pasar. Tapi harga pangan merusak pasar.

“Merusak pasar, dan kalau kita lihat pasar telurnya, kondisinya hari ini, kaitannya dengan MBG, sekarang menu level daerah ditentukan BGN, apa implikasinya? BGN tidak pernah betul-betul menghitung kesediaan distribusi pangan di masing-masing daerah,” jelas Media.

Selama ini, dia menilai menu MBG ditentukan dari pusat. Tanpa mempertimbangkan bahan pangannya da di daerah atau tidak.

“Jadi menu BGN ditentukan di Jakarta, kemudian di daerah belum tentu ada komoditasnya. Saya berharap BGN berkoordiasni dengan Kadis, Bapanas, Kementerian Pertanian, dan menurut saya ini tidak terjadi dengan baik,” ucapnya.

Kebijakan yang terpusat itulah menurutnya menyebabkan kerusakan. Berdampak pada harga pangan.

“Inilah dampaknya sekarang. Peternak telur hancur lebur. Bahkan dibandingkan dengan data minggu lalu, harga daging ayam naik 10 persen di daerah SPPG paling banyak,” ujarnya.

Media menerangkan, penawaran dan permintaan dipengaruhi pemerintah sebagai penawar koordinator. Karenanya peran BGN krusial.

“Makanya saya lagi-lagi mengingatkan, pimpinan MBG itu yang paham meritokrasi dan pangan. Bukan TNI, polisi, atau tidak ada profesi yang kaitannya dengan pangan ini,” paparnya.

Di sisi lain, dia menganggap MBG yang dikelola terpusat sejak awal konsepnya bermasalah.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *