News

Lansia Diduga Cabuli Gadis 15 Tahun di Makassar, Kasusnya Mandek 5 Bulan



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Seorang anak perempuan berusia 15 tahun di Kecamatan Tallo, Makassar, menjadi korban dugaan pencabulan oleh tetangganya sendiri, seorang pria lanjut usia di atas 60 tahun.

Meski kasus ini telah dilaporkan ke polisi sejak lima bulan lalu, terduga pelaku hingga kini masih bebas berkeliaran. Polisi disebut beralasan masih menunggu hasil visum keluar.

Peristiwa pilu yang menimpa korban berinisial NR terjadi pada bulan Desember 2025 di lingkungan pemukiman padat penduduk.

Ironisnya, sosok yang diduga kuat sebagai pelaku merupakan tetangga dekat korban yang seharusnya ikut menjaga keselamatan anak-anak.

Korban Sedang Main Petak Umpet, Pelaku Nekat Bertindak

Berdasarkan keterangan ibu kandung korban, Hariati (36), terduga pelaku adalah seorang pria lanjut usia berinisial WA yang kini berumur di atas enam puluh tahun.

Kejadian traumatis ini bermula saat korban yang masih di bawah umur sedang asyik bermain petak umpet bersama beberapa rekan sebayanya.

“Itu keponakan yang bicara, bilang ini anakta dikasih begini, tangannya masuk di anunya. Saat itu korban sedang bermain,” ujar Hariati, Kamis (25/6/2026).

Pada saat situasi lingkungan sedang ramai itulah, terduga pelaku tiba-tiba mendekati korban dan nekat mengangkat rok yang dikenakan remaja malang tersebut.

Tidak berhenti di situ, pria lansia kemudian memegang bagian kemaluan korban secara paksa di lokasi kejadian.

“Terduga pelaku kemudian melihat anakku, dan dia kasih masuk tangannya ke anunya anakku. Dilihat oleh ponakanku,” sesalnya.

Aksi Terekam Mata Kerabat

Aksi tidak terpuji yang dilakukan terduga pelaku di tempat umum ternyata sempat disaksikan langsung oleh salah seorang kerabat dekat korban. Saat ditanya, pelaku langsung melepaskan tangannya.

“Terus ditanya bilang apa nubikin, pelaku langsung lepas tangannya,” terang Hariati.

Kondisi psikologis anak perempuannya kini mengalami perubahan drastis dan menjadi jauh lebih pendiam pasca kejadian traumatis tersebut.

Hariati mengaku khawatir karena sang anak menunjukkan gejala trauma mendalam hingga untuk sementara waktu terpaksa harus diungsikan.

“Kadang diam, kayak trauma. Dia masih tinggal di situ, di neneknya,” jelasnya.

Laporan Mandek 5 Bulan, Polisi Tunggu Visum

Sementara itu, mengenai perkembangan penanganan hukum, Hariati mengatakan laporan polisi yang dilayangkan sudah berjalan lebih dari lima bulan. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda pelaku ditahan.

“Lima bulan lebih, karena itu penyidik bilang tunggu dulu hasil visumnya. Saya bilang kapan bisa diambil itu (ditangkap pelaku). Dia bilang sabarmki, kalau ada hasil visumnya saya ambil,” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *