News

Peristiwa Kekerasan yang Dialami Yuvita Tri Rezeki, Pelaku Diduga Menyimpan Luka Batin Besar



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Hypnotherapist dan praktisi STIFIn, Angel Bahagia, menyoroti peristiwa yang dialami Yuvita Tri Rezeki (29).

Lewat unggahan di media sosial Threads pribadinya, Angel Bahagia mengaku mendalami kasus ini setelah menonton podcast Denny Sumargo.

Ia menilai tindakan yang dilakukan pelaku merupakan perbuatan yang sangat kejam.

“Saya baru saja nonton podcast Denny Sumargo, nangis dengar ceritanya, sejahat itu laki-lakinya,” tulisnya, dikutip Selasa (23/6).

Setelah mendengar cerita lebih dalam, ia mengaku penasaran dengan kehidupan masa kecil pria yang diduga menjadi pelaku.

Pasalnya, Yuvita Tri Rezeki mengaku mengalami penyiksaan selama dua tahun dari pelaku.

“Saya penasaran, gimana masa kecil laki-laki ini dididik, ya? Sampai bisa segila itu dia melakukan penyiksaan kepada Yuvita selama dua tahun,” jelasnya.

“Kalau sampai seseorang itu bisa melakukan hal-hal kejahatan dengan sadis, itu berarti ia punya luka batin yang sangat besar di masa kecil. Entah dari orang tua ataupun lingkungan,” tuturnya.

Menurut Angel Bahagia, bisa saja tindakan kejahatan yang dilakukan pelaku dipicu oleh luka batin yang besar.

“Semua kejahatan yang terjadi itu karena pelaku menyimpan luka batin yang sangat besar :(,” paparnya.

Diketahui, Yuvita Tri Rezeki, seorang perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, harus mengalami peristiwa memilukan dalam hidupnya hingga diduga berujung cacat seumur hidup akibat mengalami kebutaan.

Ia diduga dianiaya oleh kekasihnya berinisial TH selama tiga bulan di sebuah kos di Gang Masjid, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Syahrul Ulum (26) mengenal sosok kakak keduanya sebagai pribadi yang mudah berbagi dengan orang lain.

Ia menggambarkan kakaknya, yang sempat bekerja di sebuah perusahaan di Jalan Pasteur, Kota Bandung, sebagai tulang punggung keluarga.

“Keluarga sebetulnya tinggal lama di Cikadut, terus pindah ke Rancaekek. Ini rumah hasil dari keringat kakak,” ucapnya.

Syahrul mengaku kejanggalan yang terjadi pada kakaknya dimulai sejak 2023 atau sekitar tiga tahun lalu.

Ia menyebut kakaknya yang bekerja di Jalan Pasteur, Kota Bandung, tinggal di kos di wilayah tersebut dan biasanya pulang seminggu sekali.

Puncaknya, dalam tiga tahun terakhir kakaknya tiba-tiba jarang pulang dan kehilangan kontak.

Ia mengatakan orang tuanya sempat mendatangi kantor tempat kakaknya bekerja dan terkejut mengetahui bahwa kakaknya sudah mengundurkan diri.

Bahkan, pihak keluarga sempat mengumumkan di media sosial bahwa kakaknya hilang.

Tidak lama berselang, orang tua sempat berkomunikasi dengan kakaknya. Saat itu, korban meminta agar dirinya tidak dicari karena sudah dewasa dan dalam kondisi baik-baik saja.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *