News

Trump Dikabarkan Mau Gulingkan Netanyahu, AS Mulai Komunikasi dengan Musuh Israel



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Hubungan antara Amerika Serikat dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan kembali memanas. Pemerintahan Presiden Donald Trump bahkan disebut mulai menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh oposisi Israel.

Laporan itu pertama kali diungkap media Israel, Channel 12. Kontak tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Washington mencari opsi politik baru di Israel.

Sejumlah tokoh oposisi yang dihubungi berasal dari partai-partai yang selama ini menjadi rival politik Netanyahu. Mereka dikabarkan telah melakukan pembicaraan dengan pejabat tinggi Amerika Serikat.

Langkah tersebut memicu spekulasi bahwa Washington mulai kehilangan kepercayaan kepada Netanyahu. Ketegangan kedua pihak disebut meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Media Israel melaporkan hubungan Trump dan Netanyahu memburuk setelah muncul perbedaan pandangan mengenai berbagai isu strategis. Salah satunya terkait arah kebijakan perang dan diplomasi kawasan.

Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih mengenai kabar tersebut. Pemerintah Amerika Serikat juga belum memberikan penjelasan terkait isi komunikasi dengan oposisi Israel.

“Pemerintahan AS telah menyatakan keprihatinan terhadap kelompok garis keras dalam pemerintahan Netanyahu dan berupaya membangun basis dukungan populer baru menjelang pemilihan,” tulis laporan media tersebut, dikutip dari Anadolu Agency, Senin (22/6/2026).

Sementara itu, kantor Netanyahu juga belum membantah maupun membenarkan laporan tersebut. Pemerintah Israel memilih tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Seorang sumber yang mengetahui pembicaraan itu mengatakan hubungan kedua pemimpin memang sedang berada di titik terendah. Namun, komunikasi diplomatik di antara kedua negara tetap berjalan.

“Trump sudah memutuskan untuk tidak menunggu Netanyahu lagi,” demikian kutipan yang dimuat media Israel. “Dia ingin melihat alternatif lain,” lanjutnya.

Sumber itu juga menyebut Amerika Serikat mulai membuka jalur komunikasi dengan sejumlah tokoh oposisi. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan perubahan politik di Israel.

“Langkah Amerika ini bertujuan memanfaatkan peluang politik di tengah krisis kepercayaan terhadap pemerintah Israel saat ini,” tulis laporan tersebut.

Laporan ini langsung menjadi perhatian publik Israel. Sejumlah pengamat menilai langkah Washington tergolong tidak lazim karena menyentuh dinamika politik domestik sekutunya.

Hubungan Amerika Serikat dan Israel selama ini dikenal sangat erat. Namun, hubungan pribadi antara pemimpin kedua negara beberapa kali mengalami pasang surut.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *