News

Stunting di Papua Pegunungan 30 Persen, SPPG Cuma 13



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Pegiat Media Sosial Jhon SItorus menyoal rasio stunting dengan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang timpang di sejumlah daerah.

Dia memberi gambaran di sejumlah daerah. Seperti di Papua Pegunungan yang jumlah SPPG-nya cuma 13.

“Stunting di Papua Pegunungan 40 persen, jumlah SPPG cuma 13,” tulis Jhon Sitorus dikutip dari Instagramnya, Sabtu (20/6/2026).

Hal serupa terjadi di Sulawesi. Jumlah stunting di Sulawesi Barat mencapai 35 persen, tapi hanya ada 117 SPPG.

“Stunting di Sulawesi Barat 35 persen, jumlah SPPG cuma 117,” ucapnya.

Di sisi lain, hal berbeda terjadi di Jawa Barat. Jumlah SPPG tembus di angka 6.357, padahal stuntingnya jauh lebih di bawah dari daerah sebelumnya.

“Stunting di Jawa Barat 15 persen, jumlah SPPG 6.357,” imbuhnya.

Potret tersebut, menurut Jhon menunjukkan, Makan Bergizi Gratis (MBG) alih-alih program mengentaskan stunting. Malah jadi lahan bisnis saja.

“Kukira benaran menghapus stunting, ternyata cuma bisnis politik & OLIGARKI,” pungkas Jhon.

BGN Akui SPPG Numpuk di Jawa

Badan Gizi Nasional (BGN) sebenarnya mengakui SPPG menumpuk di Jawa. Itu diungkapkan Kepala BGN Nanik S Deyang, usai baru dilantik pada 8 Juni 2026 di Istana Negara, Jakarta.

Nanik mengatakan, langkah yang akan pertama diambil pihaknya, melakukan efisiensi melalui moratorium.

“Per hari ini, jumlah titik operasional 27877, kita hentikan dulu di situ. Kita tata, apakah dapur ini sudah bisa melayani penerima manfaat yang ada atau sebetulnya kelebihan,” tulis Nanik.

“Artinya, kita tidak buka yang baru dulu. Kita mau nata. Misalnya Jawa Tengah butuh berapa, Jawa Barat butuh berapa, DKI butuh berapa, Jawa Timur,” sambungnya.

Saat ini, kata Nanik, memang SPPG menumpuk di Jawa.

“Karena data Arumsari, dapur ini masih menumpuk di Jawa. Setelah menata, kami hitung, apakah perlu kami buka kembali atau tidak,” paparnya.

(Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *