Damkar Berjibaku Berjam-jam di Kompleks Industrial Estate Makassar, Sumber Api dari Gudang Minyak Nilam

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Kebakaran yang melanda dua gudang di Komplek Natura Industrial Estate Blok C No.8, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Jumat (19/6/2026), mengerahkan puluhan armada pemadam kebakaran dan sekitar 100 personel untuk menjinakkan kobaran api.
Api yang diduga pertama kali muncul dari gudang penyimpanan minyak nilam itu dengan cepat merembet ke bangunan di sebelahnya yang berisi peralatan elektronik dan berbagai material mudah terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran saat sebagian besar karyawan sedang melaksanakan Salat Jumat.
“Laporan tadi masuk pada pukul 12.45 ini gudang minyak nilam,” ujar Fadli kepada awak media di lokasi.
Api Berawal dari Gudang Minyak Nilam
Fadli menjelaskan, titik awal kebakaran berada di gudang penyimpanan minyak nilam.
Kobaran api kemudian menjalar ke gudang lain yang berada tepat di sampingnya.
“Dari gudang minyak nilam ini menyeberang ke sebelah, saya lihat tadi ini peralatan listrik, kabel-kabel dan lain sebagainya,” ucapnya.
Besarnya kobaran api membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain di kawasan pergudangan tersebut.
28 Armada dan 100 Personel Diterjunkan
Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkarmat Kota Makassar mengerahkan armada dari markas komando maupun sejumlah pos pemadam yang tersebar di berbagai wilayah.
“Tadi setelah dilakukan pemadaman dengan menggunakan beberapa armada yang berasal dari Mako ada 15 unit, kemudian dari posko-posko luar ada 13. Jadi total 28 unit,” ungkap Fadli.
Selain armada pemadam, sekitar 100 personel juga diterjunkan ke lokasi.
“Personel ada sekitar 100 orang,” sebutnya.
Fadli menambahkan, suplai air juga terus diperkuat dengan memanfaatkan sumber air yang berada di sekitar kawasan industri tersebut.
“Kemudian suplai air juga kita hentakkan kebetulan ada di sekitar lokasi pergudangan,” tambahnya.
Plastik dan Ban Jadi Kendala Pemadaman
Meski api berhasil dikendalikan, proses pemadaman tidak berlangsung mudah.
Menurut Fadli, banyaknya material yang mudah terbakar di dalam gudang membuat api terus muncul kembali meski telah disiram air.
“Kesulitan sebenarnya hanya pada posisi suplai air yang kita butuhkan,” imbuhnya.
Selain itu, material berupa plastik dan ban yang terbakar membuat proses pendinginan harus dilakukan secara bertahap.
“Kemudian kita juga menunggu karena bahannya di dalam ada plastiknya. Kondisi di dalam masih banyak material seperti plastik, jadi plastik dan ban yang terbakar,” terangnya.
Ditambah lagi, kondisi cuaca yang panas disertai hembusan angin cukup kencang membuat api berkali-kali kembali membesar.
Source link
