Munafri: Jangan Sampai di Tempat yang Jelas Tertulis Parkir Gratis, Masih Ada yang Muncul Minta Uang Parkir

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mewanti-wanti juru parkir liar. Terutama di tempat yang sebenarnya memang parkir gratis.
Hal tersebut diungkapkan Munafri saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Direksi Perumda Parkir Makassar Raya di kantor Balai Kota, Senin (15/6/2026).
“Jangan sampai di tempat yang sudah jelas bertuliskan parkir gratis, masih ada orang yang muncul meminta uang parkir. Ini yang menjadi persoalan dan harus segera dibenahi,” kata Munafri.
Dia meminta kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Parkir Makassar Raya melakukan inovasi. Agar sistem perparkiran di Makassar lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Berbagai laporan yang masuk soal parkir liar banyak sekali. Kita mau ada solusi, sebisa mungkin satu lokasi yang dijadikan percontohan penataan parkir,” ujar Munafri.
Saat ini, Perumda Makassar diketahui menggagas kawasan percontohan (pilot project) penataan parkir. Melalui konsep building parking atau gedung parkir bertingkat yang didukung sistem digitalisasi parkir.
Kawasan pusat keramaian seperti Boulevard dan Pengayoman menjadi lokasi yang dinilai potensial untuk penerapan program tersebut.
Menurut Munafri, persoalan parkir tidak bisa lagi ditangani dengan pola konvensional. Percontohan tersebut tujuannya agar jadi tolok ukur perlu dilanjutkan atau tidak.
“Kita mau solusi untuk penataan parkir. Lokasi percontohan bisa di kawasan pusat keramaian seperti Boulevard atau Pengayoman bisa menjadi pilot project dengan konsep building parking dan digitalisasi parkir,” ucap Munafri.
Dia mengatakan, selama ini masyarakat kerap mengeluhkan persoalan parkir.
“Perlu pembangunan fasilitas parkir yang lebih terpusat akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kendaraan yang parkir di badan jalan sekaligus menciptakan tata kota yang lebih tertib,” imbuhnya.
Di kesempatan itu, dia juga meminta Perumda Parkir melakukan kajian terhadap sejumlah lahan kosong strategis yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas parkir terintegrasi.
Salah satu lokasi yang disoroti berada di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga. Keluhan bahwa parkir di kawasan depan dan sekitar Trans Studio Mall Makassar mengganggu pengguna jalan memang kerap muncul.
Persoalan utamanya bukan hanya volume kendaraan yang tinggi, tetapi juga penggunaan bahu jalan untuk parkir, keberadaan juru parkir liar, hingga aktivitas keluar-masuk kendaraan yang mempersempit jalan.
Selain itu, potensi lain jadi percontohan parkir yakni di sekitar area Phinisi Point (PIPO) dan Trans Studio Mall, ruas Jalan Metro Tanjung Bunga.
Source link
