News

Anies Bongkar Realita Guru di Indonesia: Gaji Habis Setengah Bulan, Omong Kosong Bicara Kemajuan Bangsa



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Mantan Calon Presiden 2024, Anies Baswedan, kembali melayangkan kritik pedas terhadap kondisi dunia pendidikan di Indonesia, peningkatan kesejahteraan hingga pengembangan kompetensi guru.

Dalam sebuah kuliah umum, Anies menyinggung ketimpangan kesejahteraan tenaga pendidik. Sementara di sisi lain, kualitas pendidikan dituntut meningkat.

“Guru dan kepala sekolah tidak mungkin bisa bekerja dengan baik kalau gajinya kurang. Betul?,” ujar Anies dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Minggu (14/6/2026).

Ia menegaskan, fokus kerja seorang karyawan dalam hal ini adalah guru sangat bergantung pada rasa aman secara finansial.

“Kita juga punya perusahaan, bagaimana karyawan itu bisa fokus bekerja di perusahaan kalau gajinya nggak cukup untuk hidup sebulan? Gaji bulanan habisnya setengah bulan, terus setengah bulan berikutnya pakai apa?” kata Anies memberikan analogi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, selama ini banyak pihak lantang menyuarakan bahwa pendidikan adalah kunci utama kemajuan bangsa. Namun, komitmen tersebut sering kali menjadi “omong kosong” ketika melihat realita di lapangan di mana anggaran untuk kesejahteraan pendidik justru dikesampingkan.

“Begitu jawabannya tidak (pendidik tidak dicukupin biaya hidupnya), kita tidak berniat untuk melakukan perubahan bagi bangsa kita. Nggak berniat, omong kosong,” tegas Anies.

Berkaitan dengan kesejahteraan guru, Presiden Prabowo Subianto resmi menaikkan tunjangan guru non ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan mekanisme baru dalam penyaluran tunjangan tersebut yang disalurkan secara langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulannya.

Di samping peningkatan kesejahteraan, pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat kualitas para tenaga pendidik melalui program beasiswa bagi guru. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menuturkan program tersebut juga dijalankan melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Tahun 2025 kami mengalokasikan biasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua, dan insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” tutur Mu’ti.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menuturkan bahwa program tersebut masih akan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan alokasi sejumlah 150.000 guru dengan nominal beasiswa yang tetap sama.

“Dan sekarang masih proses pendaftaran, karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini. Itu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas guru,” urainya. (Pram/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *