Benarkah 28 Mahasiswa Unhas Diskors karena Kritik MBG? Ini Klarifikasi Rektorat

Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) membantah informasi yang beredar terkait dugaan skorsing terhadap puluhan mahasiswa Fakultas Teknik karena menyampaikan kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak kampus menegaskan bahwa tidak pernah ada keputusan skorsing yang dikeluarkan baik oleh fakultas maupun rektorat terkait aksi kritik tersebut.
Bantahan itu disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menanggapi beredarnya narasi yang menyebutkan adanya pembatasan kebebasan akademik serta sanksi terhadap mahasiswa yang mengkritisi pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus.
Unhas: Tidak Ada Skorsing Mahasiswa karena Kritik MBG
Menurut Ishaq Rahman, informasi yang menyatakan terdapat 28 mahasiswa Fakultas Teknik yang dikenakan skorsing sepihak adalah tidak benar.
“Sehubungan informasi ini, kami tegaskan bahwa hal ini tidak benar. Tidak ada keputusan skorsing apapun yang diambil oleh fakultas maupun rektorat Unhas terkait aksi kritik terhadap MBG,” tegas Ishaq.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah narasi yang beredar di media sosial dan sejumlah dokumen digital yang menyebutkan adanya tindakan represif terhadap mahasiswa akibat kritik yang disampaikan melalui organisasi kemahasiswaan.
Kebebasan Akademik Tetap Menjadi Prinsip Unhas
Pihak Universitas Hasanuddin menegaskan bahwa kampus tetap berkomitmen menjaga nilai-nilai kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan perguruan tinggi.
Ishaq Rahman menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun aspirasi terhadap berbagai kebijakan kampus maupun program pemerintah yang dijalankan di lingkungan universitas.
“Unhas tetap menjunjung tinggi kebebasan akademik, kebebasan menyampaikan pendapat, serta ruang dialog yang sehat dan beretika di lingkungan kampus,” ujarnya.
Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif justru menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penguatan tata kelola kampus.
Mahasiswa Tetap Didorong Menyampaikan Aspirasi Secara Bertanggung Jawab
Meski membuka ruang kritik, pihak kampus mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi perlu dilakukan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kritik, masukan, dan aspirasi mahasiswa tetap menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola kampus. Namun, penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara bertanggung jawab, berbasis fakta, serta melalui kanal komunikasi yang terbuka dan konstruktif,” kata Ishaq.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Unhas tidak menutup ruang diskusi, tetapi mendorong seluruh pihak untuk menjaga iklim akademik yang sehat dan produktif.
Source link
