100 Kader Posyandu Sulsel Ikuti Pelatihan 25 Keterampilan Dasar untuk Dukung 6 SPM

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri pembukaan Pelatihan 25 Keterampilan Dasar bagi Kader Posyandu Batch 2 dan Batch 3 yang digelar di Gedung Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia Posyandu dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan primer.
Selain itu, pelatihan ini bertujuan memperkuat peran Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan yang memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Sebanyak 100 kader Posyandu dari 14 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mengikuti pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi dari layanan yang sebelumnya berfokus pada bidang kesehatan menjadi wadah pelayanan terpadu yang mendukung pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), dan sosial.
Menurutnya, transformasi Posyandu membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan Posyandu di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Ia juga menekankan pentingnya peran Ketua Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota dalam melakukan pembinaan, pemantauan, dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan kegiatan Posyandu di wilayah masing-masing.
“Keberhasilan transformasi Posyandu sangat ditentukan oleh sinergi seluruh pihak. Ketua Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota diharapkan aktif turun langsung memantau pelaksanaan kegiatan Posyandu serta melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan layanan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, para peserta juga didorong untuk terus mengembangkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan layanan Posyandu. Setiap Posyandu diharapkan mampu menghadirkan program dan terobosan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi wilayah masing-masing guna meningkatkan kualitas pelayanan enam bidang SPM.
Lebih lanjut disampaikan bahwa implementasi layanan enam SPM tidak harus diikuti dengan penambahan jumlah kader secara signifikan. Posyandu dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dengan menugaskan kader yang ada untuk membantu pelaksanaan layanan di luar bidang kesehatan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Source link
