News

Antrean Truk dan Bus Mengular di SPBU Makassar Akibat Solar Langka, Jadi Biang Macet


PORTALUTAMA.NET,MAKASSAR — Antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menumpuk karena kelangkaan solar. Antrean didominasi bus dan truk mengular hingga jalan, yang menyebabkan kemacetan.

Fenomena tersebut menjadi lazim belakangan ini di jam sibuk. Terutama pada pagi dan sore hari.

Pantauan fajar.co.id, antrean panjang yang mengular hingga ke jalan, terutama di SPBU Pertamina sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. 

Seperti di SPBU Pertamina nomor 74.902.22 depan Pintu I Universitas Hasanuddin (Unhas), SPBU Pertamina 74.902.88 depan Pintu II Unhas, SPBU 74.902.38 depan Polda Sulsel.

Mahasiswa Unhas, Alfi, mengaku risih. Dia kerap terjebak macet saat pergi dan pulang kampus.

“Meresahkan sekali. Apalagi jam macetnya kalau bersamaan dengan kita buru-buru mau masuk kuliah,” kata Alfi kepada fajar.co.id, Rabu (10/6/2026).

Paling macet, kata dia, di SPBU depan Pintu II Unhas, samping kampus Universitas Cokroaminoto. 

“Yang antre kan mobil besar-besar semua toh. Jadi otomatis jalan menyempit. Kalau banyak kendaraan yang melintas, macetmi,” ujar Alfi.

Antrean Kelangkaan Solar

Diberitakan sebelumnya, supir yang mengantre di SPBU depan Pintu II Unhas, Makassar mengaku sulit mendapatkan solar. Hal tersebut diungkapkan seorang sopir bus, Undi (35).

Dia mengaku sudah berada di lokasi sejak pagi hari. Namun hingga beberapa jam kemudian, dirinya belum juga mendapatkan giliran mengisi bahan bakar.

“Saya antre di sini jam setengah 7 (06.30), sudah tiga jam lebih. Belum dapat giliran lagi,” kata Undi saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan baru tiba di Makassar setelah melakukan perjalanan dari Kabupaten Luwu Timur dan harus kembali ke Malili setelah memperoleh solar.

“Saya dari Malili (ke Makassar), sebentar balik lagi ke Malili. Setiap malam, setiap hari tidak ada (solar),” ucapnya.

Menurutnya, kelangkaan solar tidak hanya terjadi di Makassar. Sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan juga mengalami kondisi serupa sehingga menyulitkan para sopir mendapatkan pasokan bahan bakar.

Undi mengaku sempat mencari solar di beberapa wilayah lain. Namun hasilnya tetap sama, stok solar di SPBU disebut sangat terbatas.

“Samaji, tidak ada solar. Samaji biar di daerah, kosong juga. Cerigen yang diutamakan disitu kalau Maros. Kalau Maros biar di bawah itu,” terangnya. (Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *