Antrean Pertamax di SPBU Sepi Setelah Harganya Naik, di Jalur Pertalite Mengular hingga ke Jalan

PORTALUTAMA.NET,MAKASSAR — Antrean Pertamax di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar nampak sepi. Kontras dengan antrean di jalu Pertalite.
Hal tersebut terlihat di SPBU 7490115, Jalan Dr Ratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan. Pantauan fajar.co.id pada Rabu, 10 Juni 2026 sore, antrean Pertamax untuk jalur motor sangat sepi.
Bahkan, jalur tersebut nyaris tanpa antrean. Terlihat hanya sesekali sepeda motor mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi itu.
Sementara di jalur Pertamax untuk mobil, antreannya memang lebih banyak dibanding jalur motor. Tapi tidak sebanyak di jalur Pertalite.
Jalur Pertalite, baik untuk motor dan mobil terlihat mengular. Di jalur mobil, bahkan sampai ke bahu jalan raya.
Alfi, salah seorang pengendara mengeluh. Dia mengatakan, selama ini dirinya kerap mengisi sepeda motornya dengan Pertamax, terutama saat antrean Pertalite mengular.
“Padahal Pertamax itu biasanya diisi, karena Pertalite panjang antreannya toh,” kata Alfi kepada fajar.co.id, Rabu (10/6/2026).
Apalagi, kata Alfi, kenaikan harga Pertamax sangat tinggi.
“Tinggi sekali kenaikannya. Pagi-pagi buka HP, liat informasinya langsung kaget. Bikin naik asam lambung,” ujarnya.
Di sisi lain, dia menilai kenaikan harga BBM, meski non subsidi, juga akan berdampak pada harga barang dan bahan pokok.
“Pasti naik semua lagi ini. Kita masyrakat yang siksa,” ucapnya.
Daftar Kenaikan Pertamax
Diketahui, per Rabu, 10 Juni 2026. Dua produk andalan di segmen gasoline, yakni Pertamax dan Pertamax Green, resmi mengalami kenaikan harga.
Kebijakan tersebut membuat harga Pertamax (RON 92) melonjak menjadi Rp16.250 per liter. Kemudian Pertamax Green 95 kini dipasarkan seharga Rp17.000 per liter.
Berdasarkan keterangan resmi Pertamina Patra Niaga yang dirilis pada Selasa, 9 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.
Lalu Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
(Arya/Fajar)
Source link
