News

Gaduh Film Pesta Babi, Dandhy Laksono Soroti Siasat Pengalihan Isu Lewat Mama Yasinta



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Sutradara sekaligus aktivis kemanusiaan, Dandhy Dwi Laksono, kembali menarik perhatian publik lewat pernyataan kritisnya mengenai dinamika konflik agraria dan sosial di Papua. Melalui unggahan di akun media sosialnya, sutradara film dokumenter “Pesta Babi” tersebut menyoroti adanya upaya sistematis untuk mengaburkan substansi persoalan mendasar di Bumi Cendrawasih.

Dalam unggahannya yang singkat namun tajam menyertakan tagar PestaBabi, Dandhy membagikan sebuah gambar berisi pernyataan bersama dirinya dan Cypri Dale (co-sutradara Pesta Babi). Mereka mengkritik keras pihak-pihak anonim yang tiba-tiba memunculkan sosok Mama Yasinta ke publik dengan narasi yang dinilai memecah fokus perjuangan rakyat.

“Saat Mama Yasinta muncul ke publik membela tanah ulayatnya, kami yang ikut mendukungnya, menampakkan identitas jelas. Punya nama, punya wajah, punya lembaga,” tulis Dandhy dan Cypri Dale dalam gambar yang diunggahnya, dikutip Selasa (9/6/2026).

Dandhy Laksono membandingkan kondisi tersebut dengan situasi sekarang, di mana Mama Yasinta kembali “dimunculkan” oleh aktor-aktor yang tidak berani menunjukkan diri secara terbuka.

“Kini, Mama Yasinta dimunculkan ke publik oleh mereka yang malu-malu menunjukkan identitasnya. Tanpa nama, tanpa wajah. Satu-satunya yang tampak jelas adalah siasat agar kita pelan-pelan kehilangan fokus pada persoalan kolonialisme di Papua. Di sinilah, mereka sedang melecehkan akal sehat kita semua,” tegas Dandhy.

Respons dan Dukungan Publik

Unggahan tersebut langsung dibanjiri respons dari warganet. Hingga berita ini ditulis, postingan tersebut telah mendapatkan ribuan reaksi, ratusan komentar, dan dibagikan ulang oleh ratusan pengguna Facebook.

Banyak netizen yang menyuarakan dukungan moral terhadap Dandhy serta menyayangkan tekanan struktur oligarki di tanah Papua.

Akun Butikmurah Jayapura menyampaikan rasa terima kasihnya atas konsistensi sang sutradara dalam mengawal isu ini:

“Terimakasih karena terus berjuang bagi ketidakadilan dan keserakahan oligarki dan elit politik di tanah Papua. Andalan, abang!!” tulisnya.

Dukungan serupa juga mengalir dari wilayah Indonesia Timur lainnya. Akun Nona Wenno Siahaya menegaskan bahwa isu ini adalah solidaritas bersama:

“Kami Anak Papua n Anak Timur Indonesia selalu ada, karena ini bukan tentang Papua saja tapi tentang kamu di Maluku juga…”

Sementara itu, akademisi Umar Sholahudin turut memberikan catatan bernada akademis dengan menyertakan tangkapan layar sebuah opini media bertajuk “Pesta Babi” dan Ujian Pancasila di Era Modern.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *