Siswa SMPN 35 Makassar Diduga Dikeroyok Usai Sidak Atribut, Orang Tua Minta Sekolah Bertindak Tegas

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Dugaan aksi pengeroyokan yang terjadi di lingkungan SMP Negeri 35 Makassar menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial.
Seorang siswa berinisial MAR (13), yang masih duduk di kelas VII, disebut menjadi korban kekerasan oleh sejumlah teman sekolahnya hingga nyaris kehilangan kesadaran.
Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 10.00 Wita di lingkungan SMPN 35 Makassar, Jalan Telegraf Utama, Kecamatan Biringkanaya.
Berawal dari Tugas OSIS
Ibu korban, Irma (48), mengungkapkan bahwa insiden itu diduga bermula saat anaknya menjalankan tugas sebagai anggota OSIS.
Saat melakukan sidak, MAR menegur sejumlah siswa yang tidak mengenakan atribut sekolah secara lengkap.
Dikatakan Irma, sebelum kejadian berlangsung, anaknya kerap menjadi sasaran ejekan dari beberapa siswa.
Ia menduga para pelaku menyimpan rasa tidak senang setelah ditegur saat razia atribut sekolah.
“Anak saya awalnya melakukan tugasnya sebagai anggota OSIS, menyidak siswa lain yang tidak patuh memakai seragam dan atribut sekolah. Rupanya siswa tersebut tidak terima ditertibkan,” ujar Irma kepada fajar.co.id, Senin (8/6/2026).
“Anak saya tiba-tiba diserang di depan kelasnya, dipukul sampai jatuh dan diinjak-injak kepalanya,” tambahnya.
Diduga Diserang Sekitar 10 Siswa
Irma menuturkan, aksi kekerasan itu diduga melibatkan sekitar 10 siswa. Korban disebut mengalami pemukulan, tendangan, hingga dorongan yang membuatnya terjatuh.
“Anakku dipukul, ditendang, didorong sampai jatuh. Setelah jatuh, aksi brutal pelaku tidak sampai di situ. Mereka menginjak-injak kepala dan kaki anakku. Karena kaget tiba-tiba diserang, anakku tidak sempat melawan,” tukasnya.
Akibat kejadian tersebut, MAR mengalami luka lecet di bagian pelipis serta mengeluhkan nyeri pada kepala dan sekujur tubuhnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, aksi pengeroyokan itu sempat berlanjut hingga ke dalam ruang kelas.
Dalam rekaman yang beredar, situasi terlihat memanas sebelum akhirnya dilerai oleh siswa lain.
Irma mengatakan, salah seorang pelaku bahkan diduga sempat mengambil kursi dan berniat menggunakannya untuk menyerang korban.
“Pas sampai di dalam kelas, salah seorang pelaku mengambil kursi dan berniat menghantam kepala anakku. Beruntung dicegah siswa lain,” sebutnya.
Setelah insiden terjadi, korban dan para siswa yang diduga terlibat disebut dipanggil ke ruang Bimbingan dan Konseling (BK).
Pihak sekolah kemudian meminta orang tua masing-masing siswa untuk hadir dalam pertemuan yang dijadwalkan pada Senin (8/6/2026).
Source link
