News

Pembelaan Seskab Teddy soal Kritik Prabowo Kerap Keluar Negeri: Harus Dekat dengan Pimpinan Dunia



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya buka suara soal kritik terhadap Presiden Prabowo Subianto yang kerap ke luar negeri. Menurutnya, serangkaian kunjungan tersebut bukan tanpa alasan.

Teddy mengatakan dunia saat ini sedang mengalami krisis, sementara Prabowo merupakan presiden yang baru menjabat kurang dari dua tahun.

“Masalah protokoler dan frekuensi ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir. Jadi Presiden Prabowo itu adalah presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis,” kata Teddy dalam keterangan videonya, dikutip Selasa (2/6/2026).

Dia memaparkan sejumlah konflik yang memicu krisis, seperti di Ukraina, Venezuela, Iran, dan kawasan Timur Tengah yang menyeret Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan negara lainnya.

“Jadi setiap pemimpin tentunya harus membangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia,” tambah Teddy.

Karena itu, kata Teddy, penting bagi pemimpin dunia menjalin hubungan baik antarpemimpin, termasuk membangun hubungan emosional.

“Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antarpemimpin, baik secara langsung diliput media ataupun tertutup. Nah, itulah diplomasi,” ucap Teddy.

Klaim Capaian

Menurut Teddy, ada tujuh capaian dari kunjungan kerja ke luar negeri oleh Prabowo, termasuk masuknya Indonesia dalam aliansi ekonomi BRICS.

“Manfaatnya apa? Ya sekarang ini di tengah konflik dan krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman,” kata Teddy.

Selanjutnya, capaian kedua berkaitan dengan penandatanganan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa (UE). Menurutnya, perjanjian tersebut baru selesai pada era Prabowo setelah 11 tahun.

“Tarif 0% di Uni Eropa, ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya 2025 lalu,” ucap Teddy.

Ketiga, Teddy mengatakan total investasi yang berhasil dicatat mencapai Rp2.430 triliun selama 1,5 tahun pemerintahan Prabowo. Dia mengklaim hal itu merupakan dampak dari kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan.

“Contoh konkret lain, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan, kembali langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun,” katanya.

Keempat, Teddy menyebut kunjungan Prabowo menghasilkan kerja sama pertahanan dari Prancis, Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Inggris, dan beberapa negara Eropa lainnya.

Kelima, dia mengungkapkan hasil yang berkaitan dengan haji.

“Indonesia satu-satunya negara yang punya perkampungan haji di Arab Saudi. Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji,” katanya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *