Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis dan Portugis di Sekolah Usai Kunjungan ke-4 ke Prancis

Prabowo ke Paris untuk Keempat Kalinya
Presiden Prabowo tiba di Paris pada 26 Mei 2026 untuk melakukan kunjungan kenegaraan. Kedatangannya disambut langsung oleh otoritas setempat di Bandara Orly. Dalam lawatan ini, Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden Emmanuel Macron untuk membahas kerja sama bilateral.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut agenda ini sudah direncanakan sejak tahun lalu dan sempat beberapa kali dijadwal ulang. Lawatan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Prancis yang dinilai super strategis.
“State visit ini diharapkan makin memperkuat posisi Indonesia di Eropa, khususnya di Prancis,” ujar Teddy dalam siaran pers pihak Istana, dikutip dari fajar.co.id. Menurutnya, Indonesia adalah gerbang utama Eropa ke Asia, sementara Prancis menjadi gerbang penting Asia menuju Eropa. Hubungan kedua negara semakin intensif dalam beberapa tahun terakhir.
Selama di Paris, Prabowo juga melaksanakan salat Idul Adha bersama diaspora Indonesia di Wisma KBRI Paris pada Rabu (27/5/2026). Ia tampak berada di saf pertama diapit Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Dubes RI untuk Prancis Mohamad Oemar. Putranya, Didit Hediprasetyo, juga turut hadir dalam salat Idul Adha tersebut.
Instruksi Bahasa Prancis dan Portugis di Sekolah
Dalam pertemuan dengan Presiden Macron di Istana Elysee, Prabowo menyampaikan instruksi bahwa seluruh sekolah di Indonesia harus mulai mengajarkan bahasa Prancis. “Sekarang, saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Perancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan daya saing global masyarakat Indonesia.
Kebijakan serupa sebelumnya telah disampaikan saat bertemu Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Oktober 2025 lalu. Saat itu, Prabowo memutuskan bahasa Portugis masuk dalam prioritas pendidikan Indonesia. Ia menegaskan Brasil menjadi mitra penting RI di berbagai sektor ekonomi dan sains.
“Saya yakin bahwa dalam waktu yang akan datang kita akan menghasilkan capaian lebih baik. Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia,” kata Prabowo, dikutip dari fajar.co.id. Prabowo akan memberikan arahan kepada Mendikti Saintek Brian Yuliarto dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut.
