News

Agar Tidak Ada Lagi Premanisme, Keluarga Ahmad Bahar Minta DPR Bahas Dugaan Intimidasi Hercules dan GRIB Jaya



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Juru Bicara Keluarga Ahmad Bahar, Heru Subagia, merespons Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah, yang ikut menyoroti konflik antara putri Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, dengan Ormas GRIB Jaya.

Dikatakan Heru, perhatian dari DPR RI membuat persoalan tersebut tidak lagi dipandang sebagai konflik biasa, melainkan telah masuk dalam isu yang menjadi perhatian publik dan politik nasional.

Ia menganggap bahwa pernyataan Abdullah membuka ruang pembahasan lebih luas terkait dugaan tindakan premanisme dan pelanggaran hukum yang terjadi dalam konflik tersebut.

Dugaan Penculikan dan Intimidasi

Heru mengatakan salah satu poin penting yang disoroti Abdullah ialah dugaan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan pihak GRIB Jaya saat mendatangi rumah Ahmad Bahar.

“Kita mengucapkan terimakasih kepada salah satu anggota DPR RI Komisi III dari fraksi PKB, bapak Abdullah yang sudah menyoroti isu berkaitan konflik mas Ahmad Bahar, putrinya Ilma Sani dengan Ormas Grib Jaya,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Kamis 28 Mei 2026.

Ia menyebut, peristiwa di rumah Ahmad Bahar menjadi awal dugaan penculikan terhadap Ilma Sani hingga akhirnya berada di kantor GRIB Jaya.

“Yang menarik dari apa yang disampaikan bapak Abdullah bahwa tindakan main hakim sendiri yang dilakukan tim Hercules saat terjadi peristiwa kemarin di rumah mas Ahmad Bahar, saat itulah penculikan terjadi dan Mbak Ilma Sani akhirnya mendarat di kantor Grib Jaya,” ucapnya.

Heru juga menyinggung dugaan tindakan intimidasi yang disebut terjadi dalam peristiwa tersebut.

Menurutnya, ada tindakan yang dinilai tidak prosedural dilakukan oleh pihak Hercules dan timnya.

“Di sinilah Hercules diduga melakukan tindakan yang tidak sesuai prosedural,” tukasnya.

Bukan hanya itu, Heru mengklaim terjadi intimidasi hingga kekerasan verbal dalam insiden tersebut.

“Juga melakukan tindakan intimidasi termasuk juga mengungkapkan kekerasan verbal, dan yang cukup keras adalah menembakkan pistol dua kali,” lanjutnya.

DPR Diminta Bahas Dugaan Premanisme

Heru mengatakan pernyataan dari Komisi III DPR RI menjadi sinyal bahwa persoalan tersebut perlu dibahas lebih serius dalam konteks sosial dan politik.

“Dari Komisi III DPR fraksi PKB ini mengingatkan kembali bahwa Hercules dan timnya tidak bisa memaksakan hukum dan menggunakan aksi premanisme,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa konflik antara Ahmad Bahar dan Hercules bukan lagi sekadar persoalan pribadi.

“Saya melihat isu konflik Ahmad Bahar dan Hercules ini dalam konteks pembicaraan publik yang sudah digaungkan oleh salah satu Komisi DPR RI,” Heru menuturkan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *