News

Angin Segar bagi Guru PPPK Paruh Waktu soal Gaji, Simak Pernyataan Dua Gubernur Ini



PORTALUTAMA.NET, MEDAN – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tampaknya menjadi momen bagi guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu untuk mendapat kabar menggembirakan.

Itu karena pemerintah melempar janji untuk meningkatkan kesejahteraan para guru PPPK Paruh Waktu. Mulai dari janji menaikkan gaji secara bertahap hingga memberi tambahan penghasilan. Namun tentu saja, angin segar tersebut baru sebatas janji, dan masih menunggu direalisasikan.

Janji tersebut salah satunya diucapkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution. Dia menginstruksikan Dinas Pendidikan setempat untuk menyesuaikan besaran gaji PPPK Paruh Waktu secara bertahap setiap tahun

Sekadar catatan, Pemprov Sumut saat ini membayar guru dengan status PPPK paruh waktu sebesar Rp2 juta setiap bulan.

Bobby menegaskan, kebijakan kenaikan berkala ini menyasar khususnya guru PPPK PW serta guru tidak tetap (GTT).

“Kami sudah menaikkan honor PPPK PW menjadi sekitar Rp2 juta per bulan, sementara untuk GTT besarnya Rp90 ribu per jam,” ungkap Bobby usai menghadiri acara Hardiknas dan Gebyar Expo Pendidikan 2026 di Lapangan Astaka Dispora Provinsi Sumut, Sabtu (2/5).

Bobby lebih lanjut menegaskan bahwa pihaknya telah meminta Dinas Pendidikan Provinsi agar kenaikan bagi kedua kelompok guru tersebut dilakukan secara rutin setiap tahun.

“Saya minta kesejahteraan guru benar-benar diperhatikan. Jangan sampai yang bukan guru justru mendapat gaji lebih besar. Harus ada penyesuaian, terutama untuk PPPK paruh waktu dan GTT,” tegasnya.

Data Dinas Pendidikan Sumatra Utara tahun 2025, ada 47.127 guru yang mengajar di 2.086 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB negeri, dengan total peserta didik mencapai 697.939 orang. “Tahun depan tolong dinaikkan lagi. Setiap tahun harus meningkat agar guru-guru kita lebih sejahtera,” kata Bobby.

Selain kesejahteraan, ia juga menyoroti pentingnya penyediaan sarana belajar yang layak. Menurutnya, hal itu sangat krusial agar para pelajar Sumatra Utara dapat bersaing dengan sekolah lain yang sudah memiliki fasilitas lebih unggul.

“Pemprov memastikan fasilitas pembelajaran memadai, sehingga anak-anak kita bisa belajar dengan baik. Jangan sampai kalah saing, dan mampu menjawab tuntutan deep learning yang digalakkan Kementerian Pendidikan,” tutur Bobby.

Pernyataan yang menggembirakan bagi guru PPPK Paruh Waktu juga disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal. Dia mengaku menyiapkan anggaran untuk memberikan tambahan penghasilan bagi guru PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemprov NTB.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *