Kemnaker Siapkan Delegasi Tripartit Hadapi Isu AI di Konferensi Ketenagakerjaan ILO Ke-114

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Indonesia akan membawa posisi terkoordinasi soal ekonomi platform, kesetaraan gender, dan dialog sosial di Jenewa.
Kementerian Ketenagakerjaan mematangkan persiapan delegasi tripartit Indonesia menjelang International Labour Conference ke-114 di Jenewa, Swiss, pada 1–12 Juni 2026.
Pertemuan persiapan digelar di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (26/5/2026), melibatkan unsur pemerintah, serikat pekerja/serikat buruh, dan pengusaha. Ketiganya akan berangkat bersama sebagai satu tim untuk mengawal kepentingan ketenagakerjaan Indonesia di forum global ILO.
“Ini karena kehadiran Delegasi Tripartit Indonesia pada ILC ke-114 memiliki makna strategis yang jauh lebih luas daripada sekadar memenuhi undangan internasional,” kata Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri.
Fokus pada AI dan Ekonomi Platform
ILC tahun ini mengangkat tema “A Moment of Choice: Harnessing Artificial Intelligence for Decent Work”. Agenda teknis yang akan dibahas meliputi penetapan standar ketenagakerjaan untuk ekonomi platform, diskusi umum tentang kesetaraan gender, serta diskusi berulang soal dialog sosial dan tripartisme.
Putri menyebut ada empat urgensi kehadiran Indonesia: melindungi kepentingan nasional, memengaruhi standar ketenagakerjaan global lewat diplomasi, menjaga stabilitas hubungan industrial, dan mempersiapkan diri menghadapi transformasi kerja akibat digitalisasi dan AI.
“Keterlibatan aktif Indonesia dalam proses pembentukan standar global akan menentukan kesiapan bangsa dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja dan perekonomian nasional di masa depan,” ujarnya.
Indonesia Tak Masuk Daftar Negara yang Dievaluasi
Untuk agenda tetap, delegasi akan mengikuti pembahasan laporan Ketua Governing Body dan Direktur Jenderal ILO, program dan anggaran, serta penerapan konvensi dan rekomendasi. Indonesia dinilai positif karena tidak masuk dalam daftar negara yang dievaluasi oleh Committee on the Application of Standards, yang menandakan kepatuhan ketenagakerjaan dinilai baik.
Delegasi Indonesia akan dipimpin langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Komposisi lengkap unsur tripartit disebut menegaskan komitmen Indonesia mendorong dialog sosial inklusif dan merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang adil dan adaptif.
Dengan persiapan matang dan soliditas tripartit, Kemnaker optimistis delegasi bisa membawa kontribusi nyata dan mengawal kepentingan nasional di Jenewa nanti. (sam/fajar)
Source link
