Rizal Fadillah: Jika Hercules Dilindungi, Isu Teddy dan Prabowo Semakin Diyakini Publik

FAJAR CO.ID, MAKASSAR — Pemerhati politik dan kebangsaan, Rizal Fadillah, menyayangkan tindakan Ketua Umum Grib Jaya, Rosario de Marshal alias Hercules dalam polemik yang menyeret nama tokoh senior Amien Rais dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rizal menganggap bahwa tindakan yang dilakukan Hercules dan kelompoknya sudah mengarah pada aksi premanisme serta teror yang dinilai berbahaya jika dibiarkan berkembang.
Rizal menyinggung kisah Hercules dalam mitologi Yunani. Ia menyebut akhir hidup tokoh tersebut tragis akibat kesombongan dan kekuasaan yang dianalogikan sebagai “jubah beracun”.
“Dalam mitologi Yunani Hercules atau Herakles ternyata ujung kehidupannya tragis, ia mati bunuh diri karena tak kuat menahan sakit akibat jubah beracun yang dikenakannya,” ujar Rizal kepada fajar.co.id, Jumat 22 Mei 2026.
Ia juga menaruh perhatiannya pada sisi kelam tokoh mitologi tersebut sebagai bagian dari analogi terhadap perilaku kekuasaan dan ego.
“Laki-laki yang memiliki banyak kekasih sesama laki-laki ini pernah membunuh anak dan istrinya sendiri. Ia menjalani 12 tugas sebagai penebus dosa yang dilakukannya,” ucapnya.
Kata Rizal, kedekatan dengan kekuasaan dapat menjadi sumber kesombongan yang berbahaya.
“Jabatan dan kedekatan dengan kekuasaan adalah jubah sedangkan kesombongan dan merasa hebat atau jagoan merupakan racun,” tukasnya.
Polemik Teddy dan Amien Rais
Rizal kemudian menyinggung keterlibatan Hercules dalam membela Teddy Indra Wijaya terkait polemik pernyataan Amien Rais yang ramai diperbincangkan publik.
“Rosario de Marshall alias Hercules di sini sedang membela Teddy Indra Wijaya terkait tudingan Amien Rais soal perilaku seksual yang digunjingkan masyarakat,” katanya.
Ia menyebut klarifikasi diperlukan lantaran isu tersebut dikaitkan dengan kedekatan Teddy dan Presiden Prabowo Subianto.
“Klarifikasi dituntut karena menyangkut kedekatan dengan Presiden Prabowo yang dikhawatirkan lebih dari sekedar hubungan dinas antara Presiden dengan Sekretaris Kabinet,” lanjutnya.
Polemik tersebut kemudian berkembang hingga muncul dugaan intimidasi terhadap Ilma Sani Fitriana, putri Ahmad Bahar.
“Insiden merembet pada pengepungan rumah dan penyanderaan di Markas GRIB terhadap Ilma Sani Fitriana puteri Ahmad Bahar,” ungkap Rizal.
Ia menjelaskan Ahmad Bahar sempat menandatangani surat perdamaian setelah dituding Hercules telah mengancam dan merendahkan dirinya melalui tayangan TikTok.
“Atas hal itu telah disampaikan permohonan maaf dan ditandatangani surat perdamaian,” imbuhnya.
Namun, kata Rizal, Ahmad Bahar belakangan mengaku tidak mengetahui sepenuhnya peristiwa yang dialami putrinya.
Source link
