News

Bahas Politik dan Mental Health, Dono Baswardono Singgung Pilpres 2029



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Psikoterapis sekaligus pegiat kesehatan mental, Dono Baswardono, menyoroti pentingnya kemampuan meregulasi emosi sebagai salah satu “life skills” atau kecakapan hidup paling penting di tengah dinamika sosial dan politik yang memicu kecemasan publik.

Hal itu disampaikan Dono melalui unggahan di media sosial pribadinya yang membahas soal kemampuan seseorang menerima emosi serta memahami batas kendali diri terhadap situasi eksternal, termasuk terhadap pemimpin negara.

“Salah satu ‘life skills’ terkuat adalah kecakapan meregulasi emosi, dan menyadari apa yg dapat kita kontrol (& tidak berusaha mengontrol org lain),” tulis Dono dalam unggahannya.

Menurutnya, kondisi memiliki pemimpin yang reaktif dan dinilai membuat keputusan merugikan negara memang dapat memicu rasa marah maupun cemas di tengah masyarakat.

Namun, ia menegaskan bahwa berharap orang lain berubah demi membuat diri sendiri merasa lebih tenang bukanlah sesuatu yang realistis.

“Punya pemimpin reaktif dan keputusannya merugikan negara tentu memicu kecemasan & kemarahan. Berharap dia berubah agar perasaan kita lebih suka cita, itu tidak mungkin,” lanjutnya.

Dono kemudian mengajak masyarakat untuk lebih fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali pribadi dibanding terus larut dalam emosi negatif akibat situasi politik.

Ia menilai langkah paling realistis adalah menerima emosi yang muncul, lalu mengambil tindakan konkret yang masih bisa dikendalikan secara personal.

“Maka tiap saat terimalah emosimu sendiri, dan lakukan apa yang kita bisa, yang ada di dalam kendali kita sepenuhnya. Mis, menyuruh diri agar tidak memilih dia lagi pd 2029,” pungkasnya.

Unggahan tersebut ramai mendapat respons dari warganet dan memicu diskusi mengenai kesehatan mental, kedewasaan emosional, serta sikap masyarakat dalam menghadapi dinamika politik nasional.

Pandangan Dono dinilai relevan dengan meningkatnya perhatian publik terhadap pentingnya pengelolaan emosi dan kesadaran diri di tengah tingginya polarisasi sosial-politik di media sosial.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *