Rupiah Tertekan Dekati Rp18 Ribu Per Dolar AS, Anthony Budiawan: Gubernur BI Bisa Jadi Kambing Hitam

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS mulai memicu kekhawatiran banyak pihak.
Di tengah tekanan tersebut, sorotan publik pun mengarah kepada Bank Indonesia, terutama Gubernur BI Perry Warjiyo yang mulai didesak mundur oleh sejumlah anggota DPR.
Namun, Managing Director Political Economy and Policy Studies [PEPS], Anthony Budiawan, menilai pelemahan Rupiah tidak bisa semata-mata dibebankan kepada Gubernur BI.
Baginya, kondisi yang terjadi saat ini jauh lebih kompleks dan bersifat struktural.
Rupiah Diprediksi Tembus Rp20 Ribu
Anthony menuturkan bahwa tekanan terhadap Rupiah masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
“Kurs rupiah kini semakin dekat Rp18.000 per dolar AS. Mungkin akan tembus dalam minggu ini untuk kemudian menuju Rp20.000 per dolar AS,” ujar Anthony kepada fajar.co.id, Rabu 20 Mei 2026.
Ia menggambarkan situasi ekonomi saat ini cukup mengkhawatirkan meski pemerintah berupaya menunjukkan kondisi tetap terkendali.
“Situasi seperti ini cukup mencekam. Meskipun narasi-narasi resmi pemerintah seolah-olah tidak ada masalah. Bahkan Presiden harus berkelakar, di desa tidak memakai dolar,” tukasnya.
Dibeberkan Anthony, candaan tersebut justru bisa dimaknai sebagai bentuk keresahan yang muncul secara defensif.
Perry Warjiyo Mulai Disorot
Anthony mengakui suara-suara yang meminta pertanggungjawaban Gubernur BI kini mulai bermunculan.
“Dalam situasi seperti ini harus ada yang bertanggung jawab. Dalam hal ini, semua orang dengan mudah menunjuk Gubernur Bank Indonesia, atau lebih tepatnya Dewan Gubernur Bank Indonesia, sebagai penanggung jawab moneter, termasuk stabilitas kurs rupiah,” imbuhnya.
Ia juga menyinggung adanya anggota DPR yang mulai meminta Perry Warjiyo mundur dari jabatannya.
“Satu atau dua anggota DPR sudah mulai bersuara, meminta Gubernur BI Perry Warjiyo mengundurkan diri,” katanya.
Meski demikian, Anthony mempertanyakan apakah pergantian Gubernur BI benar-benar mampu menyelesaikan masalah pelemahan Rupiah.
“Pertanyaannya, apakah kalau Gubernur BI mundur maka permasalahan kurs rupiah akan selesai?,” timpalnya.
Menurutnya, akar persoalan Rupiah justru berada pada struktur ekonomi nasional yang dinilai terus melemah.
“Karena, bagaimana kalau masalahnya bukan di sisi moneter? Bagaimana kalau pelemahan kurs rupiah hanya sebagai akibat dari pengelolaan ekonomi yang terus melemah secara struktural?” jelasnya.
Ia menganggap siapa pun yang menjabat sebagai Gubernur BI akan menghadapi persoalan yang sama jika akar masalah ekonomi tidak dibenahi.
Defisit Transaksi Berjalan
Anthony menyebut salah satu sumber utama pelemahan Rupiah adalah defisit neraca transaksi berjalan yang terjadi secara struktural.
Source link
