News

Badan Industri Mineral Bahas Pengamanan Objek Strategis Pengembangan Logam Tanah Jarang di Mamuju



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Badan Industri Mineral (BIM) menggelar rapat di Kantor BP BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (12/5).

Kepala Badan Intelijen Negara (Ka BIN) Muhammad Herindra dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut hadir dalam rapat yang dipimpin Menhan Sjafrie dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto tersebut.

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pertahanan negara dengan pengelolaan sumber daya strategis nasional.

Sjafrie mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi mineral yang harus dikelola secara aman, tertib, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

“Dalam konteks ini, pertahanan negara memiliki peran penting untuk mendukung stabilitas wilayah, pengamanan objek strategis, serta memastikan proses eksplorasi dan pengelolaan berjalan sesuai tata kelola yang baik,” kata Sjafrie dalam keterangannya, dikutip Sabtu (16/5/2026).

Di Indonesia, mineral strategis didefinisikan sebagai mineral yang memiliki nilai ekonomis tinggi atau bersifat strategis, antara lain untuk industri pertahanan.

Mineral strategis meliputi mineral radioaktif, mineral logam tanah jarang, serta mineral lainnya yang diperlukan untuk kepentingan industri pertahanan yang terdapat pada mineral utama maupun pada mineral ikutan.

Indonesia dianugerahi cadangan mineral strategis kelas dunia. Pengelolaan yang tepat akan menjadikan Indonesia pemain utama dalam rantai pasok global untuk teknologi masa depan seperti baterai kendaraan listrik (EV), pembangkit energi terbarukan (turbin angin, panel surya), hingga komponen alutsista (alat utama sistem senjata) modern yang menjamin kedaulatan bangsa.

Pemanfaatan mineral strategis mendorong diversifikasi ekonomi dari komoditas tradisional ke industri bernilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja terampil dan meningkatkan daya saing bangsa.

BIM memiliki peran sentral dalam memastikan mineral-mineral berharga milik bangsa dapat diolah dan dimanfaatkan di dalam negeri, sehingga memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian dan pertahanan nasional.

Sjafrie hadir selaku Ketua Dewan Pengarah BIM. Sementara Brian Yuliarto sebagai Kepala BIM.

Selepas rapat, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas pengembangan tambang logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (REE) di Mamuju, Sulawesi Barat. (Pram/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *