Amankan Gelar Scudetto dan Coppa Italie: Marotta: Inter Percaya Evolusi Bukan Revolusi

PORTALUTAMA.NET — Presiden Inter, Beppe Marotta menegaskan manajemen timnya lebih memilih fokus pada evolusi dan bukan revolusi. Menciptakan musim kemenangan ganda tim dengan membangun fondasi yang ada dan komitmen melakukan hal sama di masa mendatang.
Nerazzurri akan memiliki dua trofi untuk dipamerkan dalam parade bus terbuka pada Minggu malam. Setelah mengamankan Scudetto, mereka juga mengalahkan Lazio 2-0 untuk memenangkan Coppa Italia yang ke-10 kalinya dalam sejarah klub Inter Milan.
Berdasar catatan, hanya Juventus yang telah memenangkan lebih banyak edisi pada turnamen ini. Namun bagi Inter, yang terpenting adalah gelar ganda pertama mereka sejak Jose Mourinho meraih treble dengan Liga Champions pada tahun 2010.
Gelar ganda ini juga menjadi lebih istimewa dan benar-benar tidak terduga bagi tim, karena pada musim lalu mereka mengakhiri tanpa gelar. Keputusan merekrut pelatih Cristian Chivu setelah kepergian Simone Inzaghi tampaknya menjadi keputusan yang sangat tepat bagi manajemen tim.
Meski Cristian Chivu sempat diragukan karena hanya memiliki beberapa bulan pengalaman sebagai pelatih di Serie A bersama Parma, namun segalanya berubah setelah mampu membawa tim bangkit secara perlahan.
“Ada tim di lapangan dan juga di luar lapangan, yang terdiri dari manajemen dan semua orang yang bekerja di balik layar untuk klub, jadi saya ingin berterima kasih kepada mereka semua malam ini. Ini benar-benar olahraga tim dan semua orang memberikan kontribusinya,” kata Marotta kepada Sport Mediaset.
“Kami senang, ada serangkaian hasil positif dalam beberapa tahun terakhir, dan itu dimulai dari atas dengan pemilik klub. Ini adalah model yang dapat membawa kita menuju kemenangan, terkadang kita juga kalah, dan tahun lalu memang meninggalkan bekas, tetapi Chivu berhasil membawa kita kembali ke jalur yang benar. Ada beberapa penyesalan kecil atas Liga Champions musim ini, tetapi Anda juga harus memberikan pujian kepada lawan,” urai Marotta seperti dilaporkan Football Italia.
Satu-satunya kesalahan adalah tersingkir dari babak play-off Liga Champions melawan Bodo/Glimt pada bulan Februari, tetapi itu memungkinkan Inter untuk memfokuskan seluruh perhatian mereka pada Serie A.
Inter sudah menantikan masa depan dengan serangkaian transfer yang diyakini akan segera terjadi, tetapi idenya selalu untuk terus membangun fondasi yang ada.
“Saya sangat optimis, meskipun tetap menghormati lawan kami. Kami percaya pada evolusi, bukan revolusi, jadi pemain muda seperti Petar Sucic membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan berkembang,” pungkas Marotta.
Source link
