News

Perburuan Link Full Video Tanpa Sensor Guru Bahasa Inggris Viral, Pakar Siber Bilang Begini



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Jagat media sosial kembali diramaikan perburuan tautan video viral. Kali ini, kata kunci “Video Guru Bahasa Inggris” mendadak menjadi trending di TikTok dan X dalam beberapa hari terakhir.

Narasi itu menyebar cepat melalui unggahan akun anonim yang membagikan potongan video pendek disertai klaim provokatif seperti “full video tanpa sensor” hingga “link asli ada di bio”.

Video yang beredar memperlihatkan seorang perempuan berseragam ASN berwarna khaki dengan kerudung senada. Dalam potongan berdurasi singkat itu, perempuan tersebut tampak berbicara dengan seorang pria yang disebut-sebut sebagai muridnya.

Namun, hingga kini tidak ada kejelasan mengenai identitas perempuan dalam video tersebut maupun lokasi pengambilan gambar. Sejumlah pengguna media sosial juga menemukan banyak kejanggalan.

Latar ruangan dalam video dinilai tidak menyerupai ruang kelas formal. Selain itu, kualitas video tampak sengaja dibuat buram sehingga menyulitkan identifikasi sosok di dalamnya.

Tidak ditemukan pula versi lengkap video yang diklaim beredar luas. Sebagian besar informasi yang muncul hanya berupa potongan ulang dengan tambahan narasi sensasional.

Fenomena ini kemudian dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menyebarkan tautan palsu. Di kolom komentar media sosial, banyak akun membagikan link dengan iming-iming akses video penuh.

Padahal, tautan tersebut umumnya hanya mengarahkan pengguna ke situs asing yang dipenuhi iklan agresif, pop-up mencurigakan, hingga halaman yang meminta data pribadi.
Pakar keamanan siber menilai pola seperti ini merupakan modus lama yang terus berulang setiap muncul konten viral di internet.

“Rasa penasaran publik sering dijadikan pintu masuk untuk menjebak pengguna internet,” kata seorang pengamat keamanan digital.

Menurut dia, ancaman yang muncul tidak sekadar spam iklan. Dalam banyak kasus, tautan semacam itu menjadi media penyebaran malware dan phishing.

Setidaknya ada empat risiko utama yang mengintai pengguna ketika mengklik link sembarangan.

Pertama, infeksi malware dan virus yang dapat merusak sistem perangkat secara diam-diam.
Kedua, praktik phishing melalui halaman login palsu yang dibuat menyerupai media sosial atau layanan populer guna mencuri username dan password korban.

Ketiga, pencurian data pribadi atau doxing. Data yang berhasil diambil kerap disalahgunakan untuk aktivitas ilegal, termasuk pendaftaran pinjaman online.

Keempat, pembajakan akun media sosial yang kemudian dipakai untuk menyebarkan tautan berbahaya serupa kepada pengguna lain.
Fenomena “Video Guru Bahasa Inggris” juga menunjukkan kuatnya efek fear of missing out atau FOMO di media sosial. Banyak pengguna takut tertinggal tren sehingga tergesa-gesa membuka tautan tanpa memeriksa sumbernya lebih dulu.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *