News

Viral Pegawai Bea Cukai Ahmad Dedi Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa KPK soal Dugaan Aliran Uang Importasi



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Seorang aparatur sipil negara (ASN) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Ahmad Dedi (AD), menjadi sorotan publik usai berlari menghindari wartawan setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (8/5/2026).

Momen tersebut terjadi setelah Ahmad Dedi diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengurusan importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Berdasarkan pantauan sejumlah media, Ahmad Dedi keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 15.43 WIB. Saat dicegat awak media untuk dimintai keterangan, ia memilih berlari meninggalkan lokasi pemeriksaan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik mendalami dugaan penerimaan uang terkait pengurusan bea masuk atau importasi barang.

“Ada dugaan penerimaan yang dilakukan oleh yang bersangkutan dalam pengurusan bea atau importasi barang,” kata Budi Prasetyo kepada wartawan.

KPK menduga penerimaan uang tersebut berkaitan dengan perusahaan forwarder PT Blueray Cargo (BR). Namun, lembaga antirasuah itu belum mengungkap nominal maupun detail aliran dana karena masih menjadi materi penyidikan.

Kasus dugaan suap importasi barang ini sebelumnya juga menyeret sejumlah pejabat Bea Cukai. KPK telah menetapkan beberapa tersangka, di antaranya Rizal (RZL), Sisprian Subiaksono (SIS), Orlando Hamonangan (ORL), hingga Budiman Bayu Prasojo (BBP).

Tak hanya Ahmad Dedi, KPK sebelumnya juga memeriksa pegawai Bea Cukai berinisial ARR untuk mendalami dugaan aliran uang dalam perkara yang sama.

“Penyidik mendalami terkait dugaan penerimaan dari importasi barang,” ujar Budi Prasetyo.

Dalam pengembangan perkara tersebut, KPK juga pernah menyita uang tunai Rp5,19 miliar dalam lima koper dari sebuah rumah di Ciputat, Tangerang Selatan, yang diduga berkaitan dengan kasus korupsi pengurusan cukai dan importasi barang.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyeret sejumlah pejabat strategis di lingkungan Bea Cukai serta dugaan praktik suap untuk memuluskan proses importasi barang di Indonesia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *