Emas Dunia Menuju Level Psikologis US$5.000! Sinyal Damai AS-Iran Jadi Motor Penggerak

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Kilau emas dunia kembali menyilaukan pasar global. Pada perdagangan Jumat (8/5/2026) pagi, harga sang logam mulia merangkak naik ke level US$4.695 per ons troi. Kenaikan sebesar 0,21 persen ini dipicu oleh secercah harapan akan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen Geopolitik: Antara Gencatan Senjata dan Selat Hormuz
Pasar emas yang sempat lesu pada penutupan Kamis (7/5) kini kembali bergairah. Laporan bahwa Teheran tengah meninjau proposal penghentian pertempuran menjadi angin segar bagi investor. Meski demikian, isu sensitif terkait jalur perdagangan energi di Selat Hormuz masih menjadi teka-teki yang terus dipantau.
Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, memprediksi lonjakan fantastis jika stabilitas di Timur Tengah benar-benar terwujud.
“Jika gencatan senjata bertahan dan Selat Hormuz kembali terbuka, saya melihat harga emas punya jalur mulus untuk menembus US$5.000 per ounce,” tegas Bob, sebagaimana dikutip dari Refinitiv.
Prediksi Bullish: Target US$5.200 di Depan Mata?
Tak hanya faktor perang, kebijakan moneter The Fed juga menjadi kunci. Lembaga keuangan TD Securities memproyeksikan tren penguatan harga tetap terbuka lebar hingga melampaui US$5.200 per ons troi.
Beberapa faktor pendukung tren bullish ini antara lain:
- Fokus The Fed yang mulai bergeser ke pasar tenaga kerja.
- Pelemahan indeks Dolar AS.
- Aksi borong emas oleh bank sentral, dipimpin oleh China yang telah menambah cadangannya selama 18 bulan berturut-turut.
Performa Emas Global (April 2026)
Berdasarkan laporan World Gold Council (WGC), performa emas di berbagai mata uang menunjukkan dinamika yang variatif sepanjang April lalu:
| Mata Uang | Return April 2026 |
| Rupee India | +2,5% |
| Lira Turki | +1,7% |
| Dolar AS (USD) | +0,1% |
| Yuan China | -0,4% |
| Euro | -1,5% |
| Dolar Australia | -4,1% |
Perak Melaju Lebih Kencang
Menariknya, saat emas bergerak fluktuatif, perak justru mencuri panggung dengan lonjakan yang jauh lebih tajam.
Pada Jumat pagi, harga perak melesat 0,76 persen ke posisi US$79,07 per ons troi, melanjutkan tren positif setelah sebelumnya terbang 1,5 persen pada perdagangan Kamis.
Sinyal damai di Timur Tengah dan pelemahan Dolar AS tampaknya menjadi “bahan bakar” ganda bagi komoditas logam berharga untuk mengakhiri pekan ini di zona hijau. (*)
Source link
