News

Rektor UII Tolak Dapur MBG, Andi Sinulingga: Begitulah Sosok Rektor



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Penolakan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Fathul Wahid, terhadap rencana pendirian dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kampus mendapat pujian.

Pujian itu datang dari pengamat politik, Andi Sinulingga, yang memberikan dukungan atas sikap penolakan sang rektor.

Lewat unggahan di akun media sosial X pribadinya, Andi Sinulingga memuji langkah yang diambil Rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta tersebut.

Menurutnya, sosok rektor harus benar-benar memahami fungsi dan tugas pokok kampus, bukan mencampurkannya dengan hal lain.

“Begitulah harusnya sosok rektor, tahu dan sadar diri atas tugas pokok dan fungsinya,” tulisnya, dikutip Jumat (8/5).

Penolakan Sang Rektor

Rektor UII Yogyakarta, Fathul Wahid, sebelumnya dengan tegas menolak pendirian dapur dan pengelolaan MBG di kampus.

Alasan dirinya menolak, agar nalar kritis tetap terjaga, khususnya terhadap kebijakan-kebijakan yang hadir di negara ini.

Fathul menyatakan kampus memiliki mandat meningkatkan mutu pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta menjaga nalar kritis.

Kampus seharusnya tidak dibebani peran operasional yang menjauhkan dari misi strategis tersebut.

Lebih jauh, ia mengatakan perguruan tinggi tidak boleh menjadi tumbal bagi program-program yang dijalankan pemerintah.

Apalagi, menurutnya, program pemerintah tersebut masih menyisakan banyak persoalan, termasuk dalam hal tata kelola, ketepatan sasaran, dan beban anggaran negara. MBG bahkan dinilai berpotensi menjadi ancaman bagi demokrasi di kampus.

“Mengaburkan fungsi kampus dan mengurangi sikap kritis terhadap kebijakan negara,” kata Fathul.

Fathul juga menegaskan dirinya tidak sependapat dengan pemerintah yang ingin melibatkan kampus sebagai pengelola SPPG dalam proyek MBG.

Program itu, menurut dia, menuai kritik dari publik, terutama terkait anggaran dalam jumlah besar yang berpotensi menekan ruang fiskal dan menggeser alokasi sektor strategis seperti pendidikan.

(Erfyansyah/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *