News

Mesin Sunyi DNA – FAJAR



Oleh: dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D.

Alumnus PhD dari IPCTRM Taipei Medical University Taiwan, WWPO Peace Ambassador untuk Indonesia, dokter riset, dosen, peneliti, penulis, kolumnis, reviewer jurnal ilmiah internasional, trainer berlisensi BNSP, dan komunikator sains

PORTALUTAMA.NET – Dari ruang sekecil sel bakteri, ilmu pengetahuan kembali belajar rendah hati. DNA yang selama ini dipahami sebagai aksara dasar kehidupan ternyata tidak selalu ditulis melalui jalan yang biasa. Ia umumnya disalin dari DNA atau dibuat dari RNA oleh enzim reverse transcriptase. Namun kehidupan memiliki tata bahasa yang lebih lentur. Pada sistem pertahanan bakteri bernama DRT3, sebagian pola DNA dapat lahir dari arahan protein. Pada titik ini, biologi tidak hanya menjadi ilmu tentang molekul, tetapi juga kisah tentang kecerdikan hidup dalam mempertahankan diri.

Deng dkk. (2026) membahas DRT3, sistem pertahanan bakteri terhadap bakteriofag, yaitu virus yang menyerang bakteri. DRT3 terdiri atas dua enzim reverse transcriptase, yaitu Drt3a dan Drt3b, serta satu RNA noncoding (RNA yang tidak diterjemahkan menjadi protein). Kompleks ini dapat menyintesis DNA untai ganda berulang dengan pola poly(GT/AC). Drt3a membuat untai GT dengan membaca cetakan RNA. Drt3b membuat untai AC melalui cara yang lebih mengejutkan. Ia tidak memakai cetakan DNA atau RNA. Pada Drt3b, bentuk dan residu protein berperan seolah-olah menjadi cetakan molekuler, seperti relief sunyi yang menuntun bentuk huruf DNA.

Perang Sunyi Mikroba

Setiap hari, bakteri hidup dalam medan perang. Musuhnya bukan hanya antibiotik, panas, asam, atau kekeringan. Salah satu musuh tertuanya adalah bakteriofag. Fag, sebutan singkat untuk bakteriofag, menempel, menyusup, lalu mencoba mengambil alih mesin hidup bakteri. Bagi manusia, fag mungkin hanya istilah mikrobiologi. Bagi bakteri, fag adalah ancaman eksistensial.

Karena itu, bakteri tidak diam. Mereka menyimpan berbagai sistem pertahanan. Ada yang bekerja seperti alarm. Ada yang bertindak seperti gunting molekuler. Ada yang mengorbankan diri agar komunitas bakteri selamat. Dari perang sunyi antara bakteri dan virus seperti inilah CRISPR dahulu dikenal. Kini DRT3 menambah bab baru. Ia bukan sekadar perisai. Ia seperti alat tenun molekuler yang merangkai huruf DNA menjadi pola pertahanan.

Protein yang Menulis

Selama ini, pembuatan DNA sering dipahami melalui prinsip cetakan. Huruf A berpasangan dengan T. Huruf G berpasangan dengan C. Prinsip ini seperti tata bahasa inti kehidupan. Namun DRT3 memperlihatkan variasi yang jarang terlihat dalam biologi molekuler.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *