News

Pemkot Makassar Siapkan TPU Baru di Maros, Krisis Lahan Pemakaman Makin Mendesak



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat menghadapi krisis lahan pemakaman yang kian mendesak. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, pemkot mulai menyiapkan solusi jangka panjang dengan menjajaki pembukaan Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru di wilayah Kabupaten Maros.

Langkah ini dinilai krusial, bukan hanya soal keterbatasan lahan, tetapi juga menyangkut pelayanan dasar dan penghormatan terhadap kebutuhan masyarakat.

TPU di Makassar Nyaris Penuh

Saat ini, Makassar hanya mengandalkan enam TPU utama, yakni di Sudiang, Beroanging, Kampung Dadi, Panaikang (dua lokasi), dan Antang.

Namun, seiring pertumbuhan penduduk, hampir seluruh lokasi tersebut kini dalam kondisi padat, bahkan beberapa di antaranya sudah membatasi pemakaman baru.

“Beberapa TPU bahkan sudah tertutup untuk umum, kecuali bagi keluarga. Ini tentu menjadi tantangan serius,” ujar Munafri.

Ekspansi ke Maros Jadi Solusi

Sebagai langkah konkret, Pemkot Makassar mulai melirik wilayah penyangga. Salah satu lokasi yang dijajaki berada di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

Pemkot telah melakukan peninjauan langsung bersama DPRD dan sejumlah SKPD terkait. Namun, lokasi tersebut masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut, terutama terkait kontur dan kemiringan lahan.

“Sudah ada beberapa lokasi yang kita lihat, tetapi secara teknis masih perlu ditinjau lebih dalam,” jelas Munafri.

Butuh 10–20 Hektare untuk Jangka Panjang

Pemkot memperkirakan kebutuhan lahan TPU baru mencapai 10 hingga 20 hektare guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Selain itu, opsi lain seperti:

  • optimalisasi lahan yang ada
  • sistem pemakaman bertingkat
  • pemanfaatan ulang terbatas

juga mulai dikaji sebagai bagian dari strategi kebijakan.

DPRD Dukung Penuh

Dukungan juga datang dari DPRD Makassar. Anggota DPRD, Muchlis Misbah, menegaskan bahwa kondisi TPU saat ini memang sudah mengkhawatirkan.

“Pekuburan di Makassar sudah mulai penuh, seperti di Sudiang dan Panaikang. Ini harus segera diantisipasi,” ujarnya.

Menurutnya, rencana pengadaan lahan baru di Maros merupakan langkah realistis dan mendesak.

Target Realisasi Tahun Ini

Jika seluruh aspek teknis dan administratif, termasuk kesesuaian dengan RTRW, terpenuhi, proyek ini ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2026.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang sekaligus memastikan setiap warga tetap mendapatkan hak atas tempat peristirahatan terakhir yang layak.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *