News

Ronald Sinaga Babak Belur Dipukuli Preman, PSI Anggap Ancaman Serius



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam keras aksi pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum DPP PSI, Ronald A. Sinaga atau Bro Ron. Insiden tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum.

Juru Bicara DPP PSI, Kamaruddin, menyebut peristiwa yang menimpa Ronald sebagai ancaman terhadap keamanan warga negara.

“Kejadian yang menimpa Bro Ron merupakan ancaman nyata atas kebebasan dan keamanan warga negara. Jangan pernah kompromi dengan kekerasan,” ujar Kamaruddin kepada fajar.co.id, Selasa (5/5/2026).

Ia mendorong aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat.

“Semua yang terlibat dalam aksi pemukulan ini harus ditindak tegas tanpa kecuali. Kami akan terus memantau agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” kata dia.

Kamaruddin juga menegaskan bahwa PSI tidak memberi ruang bagi praktik premanisme. Menurut dia, kekerasan bukanlah cara yang dapat dibenarkan dalam menyelesaikan persoalan.

“Kekerasan hanya menunjukkan ketidakmampuan untuk berdialog secara setara,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan solidaritas internal partai terhadap korban.

“Jika satu kader tersakiti, seluruh keluarga besar PSI turut merasakan hal yang sama,” katanya.

Peristiwa pemukulan terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026). Saat itu, Ronald tengah mendampingi karyawan PT SKS untuk melakukan audiensi di kantor firma hukum Michael, Putra, and Partners (MPP).

Sekitar pukul 18.00 WIB, tiga orang tak dikenal datang dan mengaku sebagai pihak keamanan gedung. Mereka meminta rombongan meninggalkan lokasi.

Situasi kemudian memanas dan terjadi percekcokan. Salah seorang dari kelompok tersebut diduga melakukan pemukulan terhadap Ronald.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Akibat insiden itu, Ronald mengalami luka robek di bagian mata kanan serta memar di bagian belakang kepala.

Menurut Erlyn, kejadian bermula saat Ronald bersama sekitar 15 karyawan PT SKS mendatangi kantor MPP sekitar pukul 16.22 WIB untuk membahas persoalan gaji yang belum dibayarkan.

Namun, audiensi tidak terlaksana karena pihak yang ingin ditemui tidak berada di tempat. Polisi kemudian memfasilitasi mediasi di Polsek Metro Menteng.

“Proses mediasi awalnya berjalan kondusif, namun situasi berubah ketika sekelompok orang tak dikenal datang dan diduga melakukan intimidasi hingga terjadi pemukulan,” ujar Erlyn.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *