Gatot Nurmantyo Bongkar Penyebab Diganti Jokowi sebagai Panglima TNI: Berulang Kali Tolak Titipan

Fajar.co.id, Jakarta – Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo akhirnya membuka cerita di balik pergantian dirinya sebagai Panglima TNI pada 2017.
Dia mengaku digantikan Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto karena berulang kali menolak permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempromosikan sejumlah perwira ke pangkat bintang tiga.
Pernyataan tersebut disampaikan Gatot saat menjadi pembicara dalam acara Milad ke-5 Partai Ummat sekaligus Konsolidasi Menuju Kemenangan Pemilu 2029, yang disiarkan langsung di YouTube Partai Ummat, Senin (4/5/2026) atau Selasa dini hari.
“Saya buka saja sekarang biar Pak Jokowi marah,” ujar Gatot, disambut tawa hadirin.
Dia menceritakan, Jokowi pernah meminta agar seorang perwira dinaikkan pangkatnya menjadi letnan jenderal (bintang tiga). “Pak Panglima ini tolong dong dinaikkan bintang tiga,” kata Gatot menirukan permintaan Presiden.
Gatot mengaku tidak langsung menyetujui. Ia melakukan pemeriksaan sesuai prosedur. “Oh baik, Pak. Saya cek dulu, Pak,” katanya.
Setelah mengecek rekam jejak figur tersebut, Gatot menemukan adanya masalah. Ia pun memanggil perwira bersangkutan untuk bicara langsung.
“Setelah berat badannya turun 6 kilo, saya kasih selembaran. Ini kesalahanmu, mau dilanjutkan atau tidak? Kalau kamu nggak mau, lapor lewat jalur mana bilang,” ungkap Gatot.
Keesokan harinya, Gatot dipanggil Presiden. “Pak Panglima, dia masih suka di sana?” tanya Jokowi.
“Oh iya, Pak. Ndak apa-apa, bagus di sana saja. Nggak jadi naik bintang tiga dia,” jawab Gatot, tenang.
Menurut Gatot, kejadian serupa terjadi berulang kali. “Lama-lama ketahuan juga saya kan. Ya sudah, ditendanglah saya, nggak nurut,” katanya sambil tertawa.
Gatot menegaskan, TNI adalah institusi besar yang melatih, mengorganisasi, dan mempersenjatai prajurit. Karena itu, pemimpinnya harus orang yang benar. “Bila tidak benar, maka akan sangat berbahaya,” tegasnya.
Dia sendiri diberhentikan sebagai Panglima TNI beberapa bulan sebelum memasuki masa pensiun resmi, kemudian ditempatkan sebagai Perwira Tinggi di Markas Besar TNI Angkatan Darat.
Pengakuan Gatot ini langsung menjadi sorotan karena menyentuh sensitivitas hubungan antara pimpinan militer dan kekuasaan politik.
Ia menegaskan bahwa sikapnya tersebut murni untuk menjaga integritas institusi TNI, bukan untuk kepentingan pribadi.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan dari pihak Joko Widodo terkait pernyataan Gatot Nurmantyo. (bs-sam/fajar)
Source link
