IKA Unhas di Era Andi Amran Sulaiman Menunjukkan Refleks Berbeda Saat Bencana Datang

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR – Ketua Panitia Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (Mubes IKA Unhas), Muhammad Ramli Rahim, mengungkapkan bahwa mayoritas pengurus menginginkan Andi Amran Sulaiman kembali memimpin IKA Unhas. Dukungan tersebut disebut mencapai 84,5 persen dari total peserta dan delegasi yang hadir.
Dalam laporannya, Ramli menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan.
“Alhamdulillah, persiapan tidak begitu lama, namun panitia mampu menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik,” ujarnya saat memberikan sambutan di Mubes IKA Unhas yang digelar di Hotel Four Point By Sheraton, Sabtu (2/5/2026).
Ia merinci partisipasi peserta dalam Mubes tersebut. Dari 16 IKA fakultas, seluruhnya hadir dengan total 291 peserta. Selain itu, dari 27 wilayah, sebanyak 25 wilayah berpartisipasi dengan 75 peserta. Untuk tingkat daerah, dari 44 daerah terdapat 30 yang hadir, sementara 48 departemen dilaporkan hadir seluruhnya.
Panitia juga menerima berbagai surat dukungan dari delegasi untuk calon Ketua Umum IKA Unhas. Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), calon ketua umum harus diusulkan minimal oleh 20 persen pemilik suara.
“Dari 16 IKA fakultas, 15 mengirimkan surat dukungan kepada Bapak Andi Amran Sulaiman. Dari 26 wilayah, 23 mengusulkan beliau. Sementara dari 30 daerah, sebanyak 22 menyatakan dukungan,” jelas Ramli.
Dengan akumulasi tersebut, panitia mencatat total dukungan mencapai 84,5 persen, memperkuat posisi Andi Amran Sulaiman sebagai calon kuat Ketua Umum IKA Unhas.
Menutup penyampaiannya, Ramli menyampaikan pantun yang menggambarkan soliditas dukungan tersebut.
“Jalan-jalan ke Bakunge, jangan lupa beli sukun. Wilayah dan fakultas tak mau bergeser, dukung puang Amran tetap ketua umum,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.
Di bawah kepemimpinan Andi Amran, konsolidasi jejaring mulai berdampak nyata. Sejumlah terobosan dan gerakan sosial digencarkan.
IKA Unhas tidak lagi sekadar ruang nostalgia, tapi bergerak menjadi simpul kekuatan sosial mengalirkan bantuan, menggerakkan jaringan, dan hadir dalam situasi-situasi genting yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Perubahan itu tidak terjadi dalam satu gebrakan besar, melainkan melalui rangkaian langkah yang konsisten: konsolidasi organisasi, penguatan jaringan, dan yang paling terlihat, aksi sosial berskala nyata.
Sejak awal kepemimpinannya, Amran mendorong satu gagasan sederhana namun ambisius: alumni harus memberi kontribusi konkret bagi pembangunan nasional.
Di bawah arahannya, struktur organisasi diperluas secara signifikan. Ratusan pengurus dilibatkan, jejaring alumni diperkuat hingga ke berbagai daerah, dan komunikasi lintas profesi mulai dihidupkan kembali.
Source link
